MAKASSAR, BKM — Presiden RI, Joko Widodo menurut rencana akan melakukan pembantalan kereta api di Desa Pekkae, Kabupaten Barru, Jumat (21/8). Pembantalan dilakukan sebagai tanda pengerjaan konstruksi rel kereta api di Sulawesi Selatan.
Seminggu sebelumnya, sudah dilakukan ritual maccera yang menjadi simbol sebuah pekerjaan besar akan dilakukan.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, presiden meminta agar progres kereta api dipercepat. Dari pemerintah daerah dan provinsi tidak ada persoalan sama sekali. Malah, kata Syahrul, pihaknya menyambut rencana percepatan itu dengan sangat antusias.
“Kami sudah sangat siap melakukan pembantalan kereta api. Pak Presiden secara mendadak minta progres kereta api itu dipercepat. Kami pun merespon secara cepat kapan pun diinginkan,” kata Syahrul usai membuka Diklatpim II di Badan Diklat Pemprov Sulsel, Selasa (18/8).
Syahrul melanjutkan, dari semua provinsi yang ada di Indonesia, Provinsi Sulsel paling siap menghadirkan moda transportasi kereta api.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sulsel, Masykur Sulthan mengatakan sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan menyambut kedatangan presiden.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait termasuk dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Latif membicarakan persiapan kedatangan sang kosong satu. Selain itu, hari ini, Rabu (19/8), menurut rencana, pihaknya akan berangkat ke Kabupaten Barru untuk melihat sejauh mana persiapan penyambutan yang telah dilakukan di sana.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 kontraktor dari dalam dan luar Sulsel mulai mengerjakan proyek badan jalan kereta api dengan starting poin di Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Prosesi awal pengerjaan ditandai dengan kegiatan Maccera, Kamis (13/8) dihadiri langsung Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Barru Nasruddin dan tokoh masyarakat di Kabupaten Barru.
Sejumlah kontraktor pemenang proyek mulai melakukan aktifitas meratakan tanah dimana rel kereta api nantinya akan dipasang.
Untuk tahap pertama, kata Dirjen Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko, para kontraktor pemenang tender akan mengerjakan badan jalan kereta api double track sepanjang 18 km yang diharapkan bisa selesai akhir Desember mendatang.
Dia melanjutkan, rel kereta api yang akan dipasang khusus didatangkan dari China. Dan rencananya sudah mulai tiba di daerah ini pada Oktober mendatang.
Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan menyaksikan pembantalan rel kereta api pada September mendatang.
Hermanto melanjutkan, tahun ini pusat menganggarkan sekitar Rp 1 triliun untuk pengerjaan rel kereta api khusus di Kabupaten Barru yang telah dibebaskan lahannya.
Terkait spesifikasi teknik, kereta api yang akan dihadirkan di Sulsel memiliki teknologi yang jauh lebih unggul dibanding yang ada di Jawa dan Sumatera.
“Kecepatannya hingga 200 km per jam. Yang ada selama ini hanya 120 km per jam.
Khusus untuk trayek Makassar-Parepare diharapkan sudah bisa selesai paling lambat 2018 mendatang.
Kepada para kontraktor yang mengerjakan proyek, Hermanto mewanti-wanti agar melaksanakan proyek sesuai prosedur dan memperhatikan aspek keselamatan.
“Jaga mutu sesuai standar. Kalau tidak sesuai spek, kami akan bongkar,” tegasnya.
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan kehadiran kereta api di Sulsel merupakan prestasi luar biasa. Kehadiran moda transportasi darat itu secara perlahan akan mengubah pola pandang masyarakat dalam menggunakan alat transportasi.
“Kita nanti tidam akan berhitung berapa jarak namun berapa waktu tempuh. Makassar-Barru misalnya, bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar 45 menit dengan menggunakan kereta api,” kata Agus.
Tidak menutup kemungkinan, kata Agus, mahasiswa Barru yang kuliah di Makassar tidak lagi kost atau tinggal di ibukota Sulsel itu melainkan tetap di Barru.
Kepada Dirjen Perkeretaapian, dia mewanti-wanti agar mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal dalam merekrut pegawai nantinya. Terkhusus lagi dengan masyarakat yang terkena pembebasan lahan. Tentunya dengan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.
Tugas Pemprov Sulsel dan pemerintah daerah saat ini adalah memfasilitasi pembebasan lahan secara baik dengan tidak menyisakan masalah agar proyek pembangunan rel kereta api berjalan lancar tanpa hambatan.
“Anggaran pembebasan lahan sudah ada. Tugas tim pembebasan untuk siapkan lahan. Tahun ini, pusat sudah siapkan anggaran pembebasan lahan sepanjang 70 km,” jelas Agus.
Trayek kereta api Makassar-Parepare ini nantinya akan dilengkapi tujuh stasiun besar dan 15 stasiun kecil.
Khusus di Kabupaten Barru, menurut Plh Bupati Barru, Nasruddin, proses pembebasan lahan di daerahnya berjalan lancar tanpa menemui kendala berarti sesuai UU No 2 Tahun 2012.
Lahan yang dibebaskan di Kabupaten Barru sebanyak 866 bidang, 435 bidang tanah sudah dibayar. Sementara sisanya masih berproses karena terganjal persoalan administrasi. (rhm/cha/b)
Jokowi Lakukan Pembantalan Setelah Maccera

Jokowi Lakukan Pembantalan Setelah Maccera