BARRU, BKM — Darah segar mengalir di kepala Alimuddin, security SMA Negeri 1 Barru, setelah beberapa kali menerima bogem mentah dari seorang penjual siomay yang sehari-hari menjual di belakang sekolah tersebut. Seketika, pelaku langsung melarikan diri kala melihat korban terkapar akibat luka yang dideritanya, Selasa(18/8) siang.
Alimuddin kemudian dilarikan ke RSUD Barru untuk mendapatkan perawatan. Lima jahitan pun diberika petugas medis untuk menghentikan darah yang mengucur akibat pukulan penjual siomay itu.
Awalnya, Alimuddin menyampaikan kepada penjual di belakang sekolah agar tidak berjualan karena tidak bisa menjaga kebersihan. Rupanya peringatan itu tidak diterima penjual siomay, dan ternyata sudah membuat pernyataan akan memukul korban.
Tantangan ini tak membuat nyali Alimuddin surut. Setelah mengetahui pelaku datang untuk berjualan di belakan sekolah, korban langsung membuka pintu.
Saat itu pelaku memilih tidak memasuki area sekolah. Di depan pintu sempat terjadi aksi saling dorong antara korban dengan pelaku.
Alimuddin terjatuh akibat dorongan yang lebih kuat dari penjual siomay itu. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan penjual siomay, yang kemudian melakukan aksi pemukulan kepada korban hingga membuat kepala security terluka.
Ada beberapa versi yang beredar terkait dengan peristiwa ini. Ada beberapa siswa yang menyatakan pelaku langsung kabur setelah menyaksikan Alimuddin menderita luka pada bagian kepala. Versi lain menyebutkan penjual siomay itu membawa sepotong balok.
Kejadian ini tidak sempat disaksikan para guru di sekolah tersebut karena sedang mengajar, dan sebagian siswa ada yang tengah menunaikan salat berjamaah di musala sekolah.
“Peristiwanya berlangsung cepat dan pelaku langsung kabur,” ujar beberapa siswa kelas X SMAN 1.
Kapolsek Barru Kompol Darwis yang dihubungi kemarin, mengaku baru mengetahui informasi ini dan baru akan mengecek ke anggotanya. Dia mengaku baru pulang dari pertemuan di Mapolda Sulselbar.
“Sebentar saya cek ke anggota dulu, baru diinformasikan seperti apa laporannya,” ujar Darwis.
Wakasek Humas SMA Negeri I Barru Nurhayati, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak sekolah sudah beberapa kali menyampaikan kepada penjual di belakang sekolah untuk tidak lagi menjual karena mereka tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Mungkin langkah sekolah inilah yang tidak diterima penjual siomay yang disampaikan melalui seorang security hingga terjadi pemukulan,” kata Nurhayati. (udi/rus/b)