Site icon Berita Kota Makassar

The Level Gandeng BNNP Periksa Pegawainya

MAKASSAR, BKM — Munculnya pemberitaan yang menyebutkan The Level Makassar adalah sarang Narkoba, telah membawa dampak cukup besar. Tidak saja pada bisnis yang kini digeluti The Level, tapi juga para pegawai yang mencari nafkah di tempat ini. Karena banyak orang yang bermaksud datang untuk makan atau sekadar bersantai dan berkaraoke, terpaksa membatalkan rencananya karena takut disebut pengguna Narkoba.
”Lebih menyedihkan lagi, banyak keluarga pegawai yang seakan meminta keluarganya untuk tidak terus bekerja di The Level. Kami sangat berharap kepada masyarakat untuk tidak menggeneralisir suatu perbuatan yang hanya dilakukan sejumlah oknum pegawai The Level. Jangan karena perbuatan sejumlah oknum, justru dapat mengancam kehidupan dan penghidupan pegawai lain yang menggantungkan hidupnya pada tempat ini,” kata Eko Priambodo, GM The Level Makassar, kepada wartawan di tempat usahanya, Rabu (19/8) kemarin.
Eko mengakui, pada saat operasi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel di The Level pada Minggu dinihari (16/8), ada enam orang pengunjung dan enam orang pegawai The Level yang dibawa BNNP untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena mereka diduga telah mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
Hal itu pun diakui Rosnah T, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel. Ditambahkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak BNNP, sebelas orang dipulangkan dan dikenai wajib lapor untuk waktu tertentu yang sudah ditetapkan BNNP. Ada pula yang hanya rawat jalan atau juga konseling. Sedangkan satu orang berinisial Y berjenis kelamin wanita, ditahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
”Karena saat dilakukan operasi, petugas BNNP menemukan adanya beberapa alat bukti pada diri wanita Y, seperti lintingan ganja, pipet, dan phireks. Jadi yang bersangkutan bisa disimpulkan adalah pecandu dan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk pengembangan kasusnya. Sedangkan 11 orang yang ikut diamankan, diperkenankan pulang dan hanya dikenai wajib lapor dan konseling. Jadi 11 orang ini tidak dilepas begitu saja. Hal ini untuk memastikan apakah mereka pecandu juga atau bukan,” jelas Rosnah.
Rosnah mengakui, operasi yang dilakukan BNNP tidak hanya menyasar tempat hiburan malam (THM), tapi juga kos-kosan dan tempat lain yang dipandang rawan terjadi penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Sedangkan THM yang dioperasi adalah semua yang beroperasi di daerah ini. Jadi tidak ada tebang pilih dan hanya THM tertentu yang dioperasi. Dan di THM lain juga ada terkadang ada terjaring pengunjung dan pekerja di THM tersebut tapi tidak terlalu terekspos di media.
Operasi yang gencar dilakukan BNNP sejak Mei hingga Desember 2015 mendatang, sebagai tindak lanjut dari penegasan Presiden RI, Joko Widodo yang menyebut Indonesia sedang dalam darurat Narkoba. Jadi semua pihak berkompeten, termasuk di dalamnya BNNP diminta lebih aktif melakukan langkah-langkah untuk menanggulangi makin merebaknya peredaran Narkoba di tengah-tengah masyarakat.
Dengan munculnya permasalahan ini, Eko mengatakan, pihaknya ke depan akan lebih selektif lagi dalam menerima pegawai baru baik yang dikontrak maupun yang berstatus freelance seperti halnya dengan wanita Y. Bahkan, pihak The Level akan menggandeng dan bekerjasama dengan BNNP untuk melakukan pemeriksaan terhadap calon pegawai maupun para pegawai dan tenaga freelance.
”Kalau untuk memeriksa satu persatu pengunjung yang akan masuk, tentu sangat sulit untuk kita lakukan. Tapi sebagai langkah antisipasi, kami akan memulai dulu dari kalangan internal seperti pegawai dan tenaga freelance untuk dilakukan pemeriksaan urine secara berkala, entah itu per tiga bulan atau per enam bulan. Tergantung pada hasil kesepakatan dengan pihak BNNP nantinya. Jika ada pegawai yang terbukti mengkonsumsi Narkoba, kami akan lakukan pembinaan. Jika sudah tidak bisa dibina, maka kami akan memberhentikannya. Tapi kalau tenaga freelance, kami tidak bisa memecatnya karena mereka tidak terikat kontrak dengan kami. Mereka hanya dibayar ketika bekerja. Jadi posisi mereka sifatnya casual,” jelas Eko.
Rosnah pun mengapresiasi sikap dan langkah yang dilakukan manajemen The Level Makassar untuk bekerjasama dengan BNNP dalam melakukan pemeriksaan terhadap para pegawai dan calon pegawai serta para tenaga freelance. ”Ini tentu suatu terobosan yang sangat baik. Dan ini tentunya akan memberikan pembuktian kepada masyarakat maupun keluarga dari pegawai The Level kalau para pegawai yang bekerja di The Level bukanlah pengguna atau pecandu Narkoba,” kata Rosnah. (mir)

Exit mobile version