MAKASSAR, BKM — Pembangunan Mega Proyek Wisma Negara mulai dilakukan. Progres proyek ini ditandai dengan ground breaking atau pemancangan tiang pertama oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rabu (19/8) di kawasan Centrepoint of Indonesia (CoI).
Wisma negara merupakan salah satu item yang akan menjadi ikon paling prestisius di kawasan CoI.
Arsitek Wisma Negara, Permadi HP menuturkan, bangunan ini nantinya akan memiliki ciri khas tersendiri dibanding bangunan negara lainnya. Dinding luar berkonsep lokal Sulsel seperti memberikan sentuhan aksara lontara yang akan membuat gedung lebih indah.
Selain itu, kaca berwarna biru akan mengelilingi Wisma Negara membuat gedung ini layaknya berlian di tengah laut.
Kaca yang berada hampir di setiap gedung bangunan mambuat Wisma Negara bisa bersinar di siang hari. Sedangkan malam harinya bangunan ini juga bercahaya berkat lampu dari dalam gedung. “Intinya gedung ini akan sangat indah,” ujar Arsitek Gedung KPK ini.
Rencana pembangunan Wisma Negara mulai digagas sejak ada persetujuan lisan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 13 Maret 2009 silam.
Kendati rencana itu menuai pro kontra, termasuk dilakukannya aktifitas reklamasi kawasan Tanjung Bunga, mimpi untuk menghadirkan Wisma Negara tetap berjalan.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sulsel, Andi Bakti Haruni, mengatakan, segala bentuk perizinan untuk pembangunan Wisma Negara sudah rampung. Mulai IMB hingga Amdal tidak ada persoalan.
Selama proses desain, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan Wali Kota Makassar dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta pemerintah pusat terkait kesepakatan pembiayaan Wisma Negara.
Dalam pembangunan tahap pertama, kata dia, Pemprov Sulsel akan menggunakan anggaran sebesar Rp 60 miliar dari APBD. Dana ini disiapkan untuk menyelesaikan ruang pertemuan dengan kapasitas mencapai 2.500 orang.
Wisma negara akan dibangun di atas lahan seluas 5,26 hektare dengan luas bangunan 26.756 meter persegi.
Bangunan direncanakan terdiri dari dua lantai. Lantai basement seluas 10.331 meter persegi dipersiapkan untuk area parkir indoor, ruang servis, dan ruang pengamanan.
Lantai satu seluas 8.701 meter persegi dipersiapkan untuk lobi atau hall, area pendidikan dan seni, ruang media/pers, ruang rapat, ruang servis, dan ruang pengamanan.
Sementara lantai dua seluas 7.724 meter persegi dipersiapkan untuk lobi/hall, ruang kepresidenan, ruang tamu negara, ruang pengelola, ruang medis, ruang servis, dan ruang pengamanan.
Bakti melanjutkan, bangunan direncanakan menghadap.ke pantai sehingga memiliki view atau pemandangan sunrise maupun sunset. Wisma negara juga akan dilengkapi dengan taman-taman tematik, dengan rasio ruang terbuka hijau lebih dari 60 persen untuk menciptkan atmosfir hijau yang sangat sejuk.
Bakti optimistis, tahun depan, proyek ini akan mendapat kucuran dana dari APBN karena pemerintah sudah mengeluarkan Perpres terkait Wisma Negara.
Bakti mengestimasi total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan Wisma Negara sekitar Rp400 miliar.
Dalam rangka menjamin kualitas proyek, dilakukan kontrak dengan konsultan manajemen PT Biosfera sebesar Rp1,3 miliar.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, keinginannya membangun Wisma Negara di Makassar muncul setelah melihat Wisma Negara di Moskow dan Beijing. Dimana, Wisma Negara bisa dipakai publik untuk pertemuan dan perjamuan tokoh-tokoh penting.
Dia menegaskan, CoI bukan hanya untuk private sektor, tapi juga ada Ruang Terbuka Hijau atau (RTH) dan kawasan publik.
Ia menegaskan, kawasan CoI dibangun untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk pribadi. Syahrul menginginkan, selain Wisma Negara, di kawasan CoI juga ada masjid yang tidak kalah bagus dengan masjid lain di Indonesia. Selain itu, masyarakat bisa menggunakan perahu dari CoI ke kawasan Maccini Sombala of Indonesia (MoI).
Syahrul berharap, pembangunan wisma negara bisa selesai sebelum masa jabatannya berakhir tahun 2017 mendatang. (rhm/cha/b)
Wisma Negara Seperti Berlian di Laut

BKM/CHAIRIL GROUND BREAKING-Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melakukan ground breaking atau pemancangan tiang pertama pembangunan Wisma Negara di kawasan CoI, Rabu (19/8).