JENEPONTO, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendapat kehormatan dari Pemkab Jeneponto berupa pemberian satu buah pusaka berpua Badik Turatea yang diserahkan langsung Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam acara Sulsel Incorporated dan Developmen Expo di Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Rabu (20/8).
Dalam acara ini, Gubernur didampingi istri serta para pejabat baik legislatif maupun ekesekutif Sulsel, mengelilingi sejumlah stand yang memamerkan budaya serta progres pembangunan masing-masing daerah. Saat berada di stand milik Pemkab Jeneponto, SYL dijamu langsung oleh bupati, Iksan Iskandar yang didampingi sang istri Hj Hamsiah Iksan.
Tak lama, Iksan langsung menunjukkan sebuah pusaka berupa badik berumur ratusan tahun yang ikut dipamerkan dalam acara ini. Secara khusus, SYL mendapat kehormatan, karena bupati menyerahkan pusaka tersebut oleh Tulololonna yang mengenakan pakaian pengantin perempuan berwarna kuning. Ekspresi Gubernur sangat senang dan langsung mengucapkan berterima kasih kepada bupati. “terima kasih ” ujar SYL.
Selain Gubernur, Ketua DPRD Provinsi Sulsel, HM Room juga menerima hadiah pusaka berupa golok panjang langsung dari Iksan Iskandar. Sementara itu, sejumlah pimpinan daerah terlihat shering berbagi pengalaman. Sepertihalnya Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin yang asyik berbincang dengan Bupati Jeneponto di stand pameran Pemkab Jeneponto.
Iksan kepada Burhanuddin mengatakan, bahwa apa yang dikatakan dalam sambutan Gubernur terkait dampak kemarau panjang. Sejumlah wilayah di Sulsel kata Iksan tidak semua memiliki karakter alam yang sama. Seperti halnya Kabupaten Jeneponto yang mempunyai 3 karakter alam yakni dataran tinggi, rendah dan pesisir.
“Didataran rendah seperti Kecamatan Turatea, air tidak pernah kering selalu mengalir air secara berksesinambungan meski kecil debetnya hanya sekita 800 ha saja. Tapi kalau sudah berfungsi Waduk Kelara maka bisa mengairi sawah sebanyak 6.000 ha dan saya yakin wilayah kami akan menjadi lumbung padi Nasional,” ungkapnya.
Adapun hasil alam yang dipamerkan Pemkab Jeneponto, kata Iskan berupa tuak manis sebagai bahan baku gula merah yang banyak diminati investor megelola modal mereka untuk industri gula merah.
Selain itu, Jeneponto juga memamerkan bisang energi listrik bertenaga angin (bayu) yang dikenal terbaik di dunia. “Maka sudah ada investor dari Amerika dan Kanada untuk menanamkan modalnya di pembangkit listrik Tenaga Bayu (PLTB ) dan pembebasan lahannya sementara berlangsung,” jelas Iksan. (krk-ril/c)