MAKASSAR, BKM — Kebakaran yang terjadi di Coall Mill Area Tonasa IV Semen Tonasa, Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Rabu (19/9) sekitar pukul 17.45 wita membuat PT Semen Tonasa merugi sekitar Rp300 juta.
Angka itu, kata Direktur Utama PT Semen Tonasa, Unggul Attas tidak terlalu besar. Kerusakan yang terjadi pada komponen alat juga tidak terlalu berat.
“Kerugian material sedikitji, karena hanya bail conveyer saja yang terbakar sekitar 200 meter yang harus diganti. Dan perbaikan ini mungkin membutuhkan waktu satu minggu,” katanya kepada wartawan di sela-sela kunjungan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang di lokasi kebakaran, Kamis (20/8).
Terkait penyebab kebakaran, Unggul menegaskan, bukan karena human error atau kesalahan manusia namun lebih disebabkan oleh alam.
Dia menuturkan, kebakaran terjadi karena gesekan batu bara di lokasi akibat angin kencang yang menimbulkan percik api dan kemudian membesar.
Saat terjadi kebakaran, kata Unggul, pihaknya sementara melakukan maintenance atau perawatan. Artinya pabrik tidak dalam keadaan beroperasi.
Kendati salah satu komponen pabrik mengalami kerusakan akibat terbakar, dia menegaskan pasokan dan distribusi semen tidak mengalami gangguan.
“Untuk kesediaan semen tidak masalah karena pasokan cukup banyak. Kita banyak stok sekarang dan untuk kebutuhan Indonesia Timur masih mencukupi,” jelasnya.
Terkait jatuhnya korban akibat kebakaran, Unggul melaporkan, satu korban meninggal dunia dan 10 orang dirawat di sejumlah rumah sakit. Namun satu korban yang menjalani perawatan di rumah sakit, kemarin, Kamis (20/8) sudah diperbolehkan pulang.
“Korban umumnya menderita luka bakar,” jelasnya.
Dia berjanji Semen Tonasa sepenuhnya membiayai perawatan rumah sakit korban . Sementara yang meninggal, kendati tidak menyebutkan angka, akan diberi santunan yang laik.
“Korban yang meninggal terjebak di posisi atas, panik langsung loncat,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, akibat kejadian itu, pihaknya akan lebih meningkatkan standar operasional prosedur (SOP).
Namun dia mengklaim sejauh ini SOP sudah dilaksanakan secara baik. “Namun namanya musibah, tidak bisa dihindari,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengaku cukup kaget ketika mendengar informasi Semen Tonasa terbakar. Sehingga untuk memastikan kondisi di sana, Agus pun melakukan peninjauan, Kamis (20/8).
Kepada wartawan, orang nomor dua di Pemprov Sulsel itu mengatakan sudah mendengar penjelasan langsung dari Direktur Utama PT Semen Tonasa terkait kronologis terjadinya kebakaran.
Dia berharap, ke depan, PT Semen Tonasa lebih meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Jadi, dari hasil penjelasan Dirut Semen Tonasa, penyebab kebakaran disebabkan angin kencang yang membuat sisa-sisa batu bara bergesekkan sehingga menimbulkan percikan api. Penyebabnya dari alam,” jelas Agus.
Sementara itu, Kapolres Pangkep, AKBP M Hidayat mengatakan hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan sehingga belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran.
Dia melanjutkan, Tim Labfor Cabang Makassar dan INAFIS akan melakukan olah TKP pada sore hari (kemarin, red).
Namun Hidayat membenarkan, saat terjadi kebakaran, angin bertiup kencang di area pabrik Semen Tonasa IV.
Diketahui, kebakaran diawali dengan ledakan keras. Musibah terjadi saat sebagian besar warga sedang Salat Magrib.
Musibah ini mengakibatkan 1 orang tewas dan 10 orang luka bakar. Korban tewas bernama Akbar (25), warga Desa Kabba Kecamatan Minasa Te’ne. Sedangkan 10 korban luka masing-masing Ansar (26), Hamzah (33), Haeril, Wahyudi, Jamaluddin, Asdar, Bahtiar, Hartono (20), Zulfahmi (19) dan Supryanto. (rhm-leo/cha/b)
Tonasa Terbakar, Ini Kata Unggul

Chairil - Presscon Tonasa (4)