Site icon Berita Kota Makassar

Unggulkan Marching Band hingga Pakaian dari Koran

BKM/CHAIRIL ANGKAT KORAN - Peserta Karnaval Kemerdekaan mengangkat koran Berita Kota Makassar di lantai II Pasar Segar, Minggu (23/8).

BKM/CHAIRIL ANGKAT KORAN - Peserta Karnaval Kemerdekaan mengangkat koran Berita Kota Makassar di lantai II Pasar Segar, Minggu (23/8).

Suasana Pasar Segar di Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Minggu (23/8) pagi berubah menjadi ramai. Ratusan murid dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Kota Makassar memenuhi pelataran parkir pasar modern ini.

Laporan: Arif Al Qadri

Pagi kemarin, para murid SD ini mengikuti Karnaval Kemerdekaan yang digelar LBB Gadjahmada, Berita Kota Makassar dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar.
Didampingi guru dan orang tuanya, mereka berbaris. Ada yang menggunakan pakaian adat, seragam polisi, TNI, pilot, dokter, suster, pegawai negeri, petani dan sejumlah seragam profesi lain.
Tapi, ada juga yang tampil unik dengan menggunakan seragam hasil daur ulang dari kertas koran bekas.
Setelah semua barisan peserta siap, Direktur Utama Berita Kota Makassar, Mustawa Nur usai memberikan sambutan melepas seluruh peserta. Peserta nomor urut 1 dari SD Inpres Baraya I tampil memukau. Mereka selain menggunakan pakaian adat dengan yel-yel kreatif, juga membawa serta marching band.
Satu per satu peserta karnaval meninggalkan garis start. Selama di perjalanan, mereka menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan, seperti Hari Merdeka dan Maju Tak Gentar.
Adapun rute karnaval yakni mengelilingi gedung Pasar Segar dan finisnya di lantai II. Di lantai II, para peserta disuguhi dengan game-game bernuansa perjuangan.
Ketua Panitia Karnaval Kemerdekaan, Rini mengatakan melihat tingginya antusias siswa, maka kedepan mereka akan membuat kegiatan yang lebih menarik lagi.
“Saya berharap pihak sekolah juga memiliki nasionalisme dan kebersamaan dengan mengikutsertakan siswanya pada kegiatan yang mengasah kreatifitas,” harapnya.
Sementara itu, Manajer Pasar Segar, Zulkarnaen Rahmat mengaku bangga dengan kegiatan ini. Kegiatan ini, kata dia, sangat positif karena memupuk nasionalisme para siswa SD. “Kita berharap tahun depan diselenggarakan lagi dengan meriah dan diikuti banyak sekolah di Makassar,” katanya.
Dewi, siswi kelas 2 SD Inpres Parangtambung II mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Dewi yang mengenakan baju bodo, pakaian adat Bugis Makassar ini mengaku, pada karnaval mereka menampilkan tarian tradisional yang telah diajarkan di sekolah.
“Saya sudah diajarkan beberapa hari di sekolah, jadi saya bisa menampilkan yang terbaik untuk nama sekolah saya,” katanya.
Salah satu guru SD Inpres Parangtambung II, Yuli mengatakan, siswanya yang ikut kegiatan ini mulai dari kelas 3 hingga 6. “Kami memang ingin ikut kegiatan ini untuk mengenalkan kepada siswa pakaian tradisional dan tarian yang berbeda. Sementara untuk pakaian profesi seperti baju tentara, polisi dan dokter untuk mengekspresikan cita-cita siswa yang ia sukai,” katanya.
Orang tua siswa juga bangga anak mereka bisa mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat dukung anak saya jika sering mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini agar membuat anak saya berani tampil di depan umum dengan percaya diri,” ungkap Andi Ros yang mendampingi anaknya dari SD Inpres Tabaringan.
Sementara itu, berdasarkan hasil penilaian dewan juri, yang berhasil meraih juara pertama dalam acara ini adalah SD Inpres Baraya I. (/b)

Exit mobile version