MAKASSAR, BKM — Ratusan jamaah calon haji (JCH) asal Makassar dan Papua kecewa tidak berangkat ke tanah suci pada kloter pertama hingga kloter empat disebabkan visa yang belum keluar dari pemerintah.Ironisnya lagi, informasi tersebut baru diketahui para calon haji saat mereka sudah berada di asrama haji Sudiang.
Calon Haji asal Kabupaten Sidrap, Lennang (68) tahun mengaku kecewa dengan informasi tentang dirinya bersama calon haji yang belum bisa berangkat dikarenakan visa yang belum ada.
“Infonya mendadak, kita kecewa tapi kami berserah diri kepada Allah SWT dan bersabar. Apalagi, sudah dua hari ini berada di asrama dan belum mendapatkan kepastian kapan diberangkatkan,” ujarnya kepada wartawan asrama Haji Sudiang, Senin (24/8).
Selain Lennang, calon haji kloter empat asal Manokuari, Provinsi Papua Barat, Laija Thalib Sababu (65) juga mengaku kecewa karena gagal berangkat disebabkan masalah visa dan harus menunggu kepastian dari pihak Penyelenggara Haji.
“Saya dijadwalkan berangkat Senin (24/8) subuh kemarin. Namun informasi dari panitia kalau saya bersama beberapa JCH lainnya gagal diberangkatkan karena masalah visa yang belum ada. Jujur saja saya sangat kecewa mendengar informasitersebut,” ungkapnya.
Selain kecewa, ia juga mengaku begitu malu dengan keluarga ataupun sanak tetangganya yang mengetahui jika dirinya berangkat dari Papua menuju ke Makassar untuk menunaikan ibadah haji tetapi gagal diberangkatkan.
Kepastian pemberangkatan juga dinantikan calon haji asal Enrekang, Dana Baco (45) dari Kloter tiga yang sudah tiga malam berada di Asrama Haji. “Saya berharap semoga masalah ini segera diselesaikan dan diberangkatkan agar kekecewaan tidak berlarut larut. Karena melihat teman sesama kloter yang sudah diberangkatkan,” ungkapnya.
Diketahui ratusan JCH yang gagal diberangkatkan karena Visa terdiri dari kloter pertama sebanyak 59 orang, kloter dua sebanyak lima orang dan kloter tiga sebanyak 13 orang.
” JCH dari kloter empat asal Papua yang gagal diberangkatkan belum diketahui jumlahnya karena saya belum koordinasi dengan panitia. JCH yang paling banyak gagal berangkat berasal dari Kloter satu saja,” ucap Kepala Bidang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Sulsel, Iskandar Fellang, kemarin.
Menurutnya, selain visa yang belum diterbitkan, beberapa JCH juga gagal diberangkatkan karena memiliki kendala kesehatan yang kurang baik sehingga mereka gagal untuk diberangkatkan.
“Ada dua JCH dari kloter dua yang gagal berangkat karena sedang hamil tua, dan kakinya luka hingga bengkak dan susah untuk digerakkan,” katanya.
Ia menambahkan, melihat banyaknya JCH yang gagal diberangkatkan ia berjanji secepatnya ini akan melakukan koordinasi dengan pusat yang setiap hari merilis jumlah CJH yang akan diberangkatkan ataupun yang gagal diberangkatkan.
“Kami akan menyampaikan di pusat data JCH yang gagal berangkat karena visa yang belum diterbitkan,” tandasnya. (arf/war/b)