MALILI, BKM — Empat kepala daerah di Sulawesi Selatan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menggagas Badan Kerja sama Pembangunan Tana Luwu (BKPTL), Selasa (25/8) malam. Empat daerah itu yakni Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur.
Penandatanagan naskah kerja sama yang berlangsung di rumah jabatan Bupati Luwu Timur ini disaksikan langsung Sri Paduka Datu Luwu H Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, para ketua DPRD, Sekkab, Bappeda, Dinas Pendapatan Daerah, Kabag Organisasi dan Kabag Hukum se-Tana Luwu.
Sekkot Palopo Kasim Alwi menjelaskan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, suatu daerah dapat melakukan kerja sama, dimana dasar hukum pelaksanaannya diatur dalam Permendagri nomor 22 Tahun 2009 tentang petunjuk teknis tata cara kerja sama daerah.
“Setiap daerah punya potensi yang dapat dikerjasamakan dengan daerah lainnya, baik itu potensi ekonomi, sosial budaya, pariwisata hingga infrastruktur. Peluang inilah yang mendasari pembentukan BKPTL ini,” ungkap Kasim.
Bupati Luwu H Andi Mudzakkar mengharapkan agar pembangunan badan kerjasama ini mengedepankan budaya. Sebab budaya adalah perekat dan pemersatu sesama Wija to Luwu. Apalagi secara historis ke empat daerah otonom ini merupakan bagian dari Kedatuan Luwu.
Ia juga mengharapkan agar Andi Hatta Marakarma dapat mengawal BKPTL. Ini juga yang diharapkan Walikota Palopo HM Judas Amir.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Luwu Utara Arifin Djunaedi mengatakan, ada dua hal penting dari kerjasama ini. Pertama, akselerasi pembangunan dan kedua untuk menghilangkan sekat-sekat dan ego sektoral kedaerahan.
“Sebagai Wija to Luwu, perjanjian ini adalah siri’. Itu artinya tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tapi harus kita realisasikan,” ungkapnya.
Sementara Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma, mengatakan kerja sama ini telah digagas sejak tahun 2006 lalu. Namun sempat mandek karena sibuk mengurusi daerah masing-masing.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur BKPTL ini dapat kita wujudkan dan sepakati melalui penandatanganan kerja sama,” ucapnya.
Menurutnya, pertemuan kerja sama daerah ini menjadi gerbang bagi kabupaten dan kota se-Tana Luwu untuk mensinkronkan potensi dan obyek yang akan dikerjasamakan.
Ia optimis kerja sama kawasan ini bisa sukses. Pasalnya, kawasan ini punya hubungan emosional dan keterikatan moral di bawah payung Kedatuan Luwu. “Saya yakin, semua yang hadir memiliki pemikiran yang sama untuk memberikan yang terbaik bagi daerah dan masyarakatnya,” tandasnya.
Ia berharap BKPTL ini nantinya akan melakukan kajian dan rumusan yang konstruktif dalam membangun kesepahaman dan pemilihan obyek-obyek yang dikerjasamakan.
Datu Luwu Andi Maradang Mackulau mengatakan, kerja sama inilah yang diharapkan masyarakat Tana Luwu selama ini. “Kita semua berharap wilayah Tana Luwu dapat berkembang semakin maju secara bersama-sama,” tandasnya.
Bupati Luwu Andi Mudzakkar menyebut tiga kabupaten dan satu kota di Tana Luwu tak akan maju jika tak ada perekat untuk mempersatukannya, guna memacu pembangunan di berbagai sektor demi kesejahteraan masyarakat Luwu Raya.
“Harus ada perekat. Contohnya dari segi budaya, untuk menyatukan visi membangun Luwu Raya secara bersama-sama,” kata Bupati yang akrab disapa Cakka ini.
Dikatakannya, masyarakat Luwu Raya memiliki berbagai kesamaan. Diantaranya kearifan lokal, kesamaan bahasa, dan paling utama kesamaan budaya.
“Untuk itu saya sarankan kepada Datu Luwu untuk mencari kesamaan budaya itu guna mempercepat pembangunan di luwu Eaya,” tandas Cakka. (alp-wan/rus/b)