MAMUJU, BKM — Setelah menunaikan tugas sebagai pasukan pengibar bendera (Paskibra) merah putih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 70 pada 17 Agustus 2015 lalu, puluhan anggota purna paskibra mendapat tugas baru. Kali ini mereka dinobatkan sebagai pelopor keselamatan berkendaraan. Penobatan ini ditandai dengan penyematan pin oleh jajaran Polres Mamuju.
Kapolres Mamuju, AKBP Eko Wagianto di Mamuju, Selasa (25/8), mengatakan, penobatan pelopor keselamatan berlalulintas ini penting agar Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas, dapat tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat. Karena mereka adalah siswa-siswi berprestasi di sekolahnya masing-masing.
”Kami berharap, dengan tugas baru ini bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat dalam berlalulintas,” katanya.
Untuk itu, kata Eko, purna paskibraka 2015 ini langsung direkrut untuk menjadi duta keselamatan berlalulintas. Mereka, dapat menjadi perpanjangan tangan polisi, untuk menjadi contoh dan ikut mensosialisasikan cara berkendara yang baik dan benar di jalan. Langkah yang dilakukan polisi di Mamuju ini, merupakan wujud atas tingginya angka kecelakaan di jalan. Mayoritas di antaranya, melibatkan pelajar.
Pada tahun 2014, aku Eko jumlah korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas mencapai 64 jiwa. Ini akibat kurangnya kesadaran berkendara yang baik dan benar. ”Budaya tertib berlalulintas, perlu dilakukan semua pengendara. Sebab, di jalan ada hak orang lain. Tidak boleh ugal-ugalan dijalan karena tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga berpotensi membahayakan orang lain. Budaya tertib lalu lintas, menjadi tugas bersama. Untuk itu, semua pihak perlu ada kesadaran bagi pengendara saat berada di jalan. Patuhi rambu-rambu lalulintas, karena awal terjadinya kecelakaan biasanya karena didahului pelanggaran lalu lintas,” jelasnya. (*mir)