MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kelautan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DKPPP) masih fokus membuat kajian teknis terhadap kondisi tempat pelelangan ikan (TPI) Rajawali.
Kepala DKPPP Kota Makassar, Rahman Bando, Rabu (26/8) membenarkan jika pihaknya melakukan kajian tersebut.
“Belum ada relokasi. Hanya saja, potensinya sangat memungkinkan karena mengingat kondisi TPI yang mulai sepi akibat akses jalur masuk mengalami pendangkalan. Meski begitu, kita belum mengatakan pindah. Apalagi relokasi tidak mudah karena membutuhkan modal besar dan melibatkan banyak orang,” tegas pria asal Bumi Massenrempulu ini.
Kajian yang sementara dilakukan, jelas Rahman Bando, untuk melihat prospek pengembangan TPI kedepan. Adapun mengenai kebijakan apakah akan direlokasi atau tidak, itu bukan wewenangnya. “Kita hanya melakukan kajian teknis, soal apakah butuh relokasi atau tidak itu wewenang pak wali kota. Itupun akan dibicarakan dulu bersama anggota DPRD Kota Makassar,”ujarnya.
Disinggung soal adanya keinginan pihak swasta untuk meruislag aset Pemkot Makassar tersebut, Rahman mengaku belum ada satu pun swasta yang melakukan komunikasi.
“Belum ada satu pun yang datang. Mungkin saja nanti ada pelibatan swasta jika pemerintah membutuhkan,” katanya.
Saat ini, tambah Rahman, sejumlah nelayan dan pedagang masih pro-kontra untuk direlokasi.
Sebagian nelayan yang tempat tinggalnya dekat dengan TPI menolak untuk direlokasi, sementara nelayan yang tempat tinggalnya jauh menyetujui adanya relokasi tersebut.
“Kita selalu diskusikan bersama nelayan melalui UPTD. Nelayan juga memiliki pendapat yang berbeda, ada yang mau pindah ada yang tidak mau. Nelayan yang rumahnya dekat dengan TPI mengaku sudah nyaman, tetapi nelayan yang domisilinya jauh mengaku siap direlokasi karena keluar masuk ke TPI sangat susah,”ungkap Rahman.
BKM yang sempat menemui Adi (34) pedagang ikan di TPI Rajawali mengaku menolak keras jika TPI Rajawali direlokasi.
“Kita sudah nyaman, sudah enak berjualan dan sudah beradaptasi dengan penjual dan pembeli disini,” katanya.
Pria yang baru beberapa bulan menjual ikan di TPI Rajawali mengatakan, pedagang ikan di TPI Rajawali biasa membeli ikan di Paotere.
“Kalau terangbulan pedagang disini sering membeli ikan di Paotere karena ikan kurang. Infrastruktur jalan untuk kapal nelayan juga semakin sempit karena ditimbun oleh investor,” ujar Adi.
Sementara Amsar yang merupakan nelayan di TPI Rajawali juga mengaku tidak mengetahui pasti kalau TPI Rajawali akan direlokasi.
“Kalau direnovasi iya, karena sekarang sudah dalam proses. Tapi kalau dipindahkan saya tidak tahu pasti. Masih berita simpangsiur,” ujarnya.
Dia menegaskan, informasi dipindahkannya TPI Rajawali hanya untuk memanaskan masyarakat. Ini seperti politik agar pajak dinaikkan, katanya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI juga menegaskan belum ada relokasi TPI Rajawali. ” Kita belum bisa bicara karena belum ada hasil kajian teknisnya. Nanti ada hasil kajiannya baru kita bisa mengambil tindakan,” singkat Deng Ical.(man-kkn4/b)
