MAMUJU, BKM — Sebanyak 43 calon jamaah haji (CJH) asal Sulbar, hingga saat ini belum mendapatkan visa. Para calon haji tersebut terdiri dari 19 orang calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 19, dan 24 orang calon haji yang tergabung dalam kloter 14 dan 15. Untuk yang tergabung dalam kloter 19 yang belum dapat visa adalah 10 orang calon haji dari kabupaten Polewali Mandar (Polman), tujuh orang dari Kabupaten Majene, dan dua orang dari Kabupaten Mamasa.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulbar, Muhdin, dalam rapat koordinasi haji tahun 2015 yang berlangsung di kantor gubernur Sulbar, Rabu (26/8). Rapat ini dihadiri Plt Sekprov Sulbar, Jamil Barambangi, dan kantor Kemenag dan bagian kesra dari enam kabupaten dan yang tergabung dalam panitia haji.
Dalam pertemuan tersebut, Muhdin menyampaikan, secara keseluruhan, untuk pengurusan dokumen haji, paspor yang terkirim untuk proses pemvisaan di Keduataan Besar Saudi Arabia (KBSA) sebanyak 1.160 paspor. Sedangkan paspor yang telah divisa sampai baru sekitar 1.117 paspor. Itu berarti masih ada sebanyak 43 paspor yang masih berada di KBSA.
”Kami sudah melakukan cros check. Informasi terakhir yang kami terima dari Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kementerian Agama RI bahwa proses dokumen haji calon jamaah haji Sulbar telah rampung dan akan segera dijemput. Insya Allah sebelum pemberangkatan calon haji, semua telah dapat visa,” jelas Muhdin.
Mantan Kandepag Mamasa tersebut juga mengemukakan, untuk CJH Sulbar terbagi atas tiga kloter masing-masing kloter 10 sebanyak 455 orang yang akan diberangkatkan tanggal 1 September dan masuk asrama haji tanggal 2 September pukul 10.00 wita, kloter 14 sebanyak 455 yang akan diberangkatan tanggal 5 September dan masuk asarama haji tanggal 6 September pukul 17.00 wita, dan kloter 15 sebanyak 256 calon haji yang akan diberangkatkan tanggal 6 september, dan masuk asrama haji tanggal 7 September pukul 16.00 wita.
Secara keseluruhan,lanjutnya, untuk persiapan pemberangkatan haji telah rampung. Hanya saja, buku kesehatan haji yang awalnya menjadi permasalahan karena pengadaannya dari pusat dan sampai saat ini belum datang, namun di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) masing-masing kabupaten, diperbolehkan untuk memprint buku tersebut sehingga tidak lagi terjadi permasalahan.
Sementara itu, Plt Sekprov Sulbar, Jamil Barambangi juga menegaskan, terkait pemberangkatan haji sudah tidak ada permasalahan. ”Visa calon haji yang belum datang juga sudah selesai tinggal dijemput. Begitu pula dengan buku kesehatan haji yang belum datang, juga sudah ada solusi. Dimana sesuai yang disampaikan dari Dinkes (Dinas Kesehatan) bahwa boleh tidak dalam bentuk buku. Tetapi diprint oleh kabupaten masing-masing karena formatnya sudah ada di Siskohat masing-masing,” kata Jamil.
Hanya yang dikeluhkan kabupaten adalah tranportasi calon haji ke embarkasi Hasanuddin. Setiap kabupaten sudah menganggarkan, tapi tidak cukup. Pemprov Sulbar menyiapkan anggaran untuk calon haji ke embarkasi. Tetapi tidak bisa digunakan karena itu bukan menjadi kewenangan provinsi. Karena yang diperbolehkan dibantu oleh provinsi adalah transportasi calon haji dari daerah asal ke ibukota provinsi. Bukan ke embarkasi Hasanuddin. Sehingga untuk transpor haji ke embarkasi ditanggung oleh calon jamaah.
”Kecuali kalau Sulbar sudah memiliki embarkasi sendiri, transpor haji bisa dibantu oleh provinsi dari daerah asal ke embarkasi. Untuk itulah, ke depan sudah direncanakan untuk dibangun asrama haji untuk Sulbar,” katanya. (ala/mir/c)