Site icon Berita Kota Makassar

Aktivitas RM Sukaku Ganggu Belajar Siswa

MAKASSAR, BKM — Aktivitas rumah makan (RM) SUKAKU yang berdekatan dengan SD Mangkura sangat menganggu aktifitas belajar mengajar siswa didalam kelas. Pasalnya, asap dari hasil pembakaran masuk kedalam ruang kelas sehingga mengganggu pernafasan siswa dan guru.
” Sudah berapa kali kita sampaikan ke pihak rumah makan, tapi sampai sekarang keluhan kami belum pernah digubris, ” kata Kepsek Mangkura SD Negeri Mangkura 1, Syahrir Malle, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/8).
Syahrir mengaku, Sudah empat tahun sejak rumah makan tersebut beroperasi asap pembakaran ikan tersebut sangat menganggu siswa.
Bahkan pihak sekolah sudah beberapa kali ke sana meminta solusi kepada pihak rumah makan untuk mengatasi masalah tersebut, namun hingga saat ini tidak pernah ada solusi dari pihak rumah makan tersebut.
” Bosnya kalau ditanya selalu mengatakan iya, nanti kita cari jalan keluarnya, tapi sampai sekarang dia justru selalu menghindar, ” tandasnya.
Syahrir mengungkap bahwa asap sisa pembakaran mulai menganggu mulai pukul 10.00 pagi sampai pukul 14.00 siang, sehingga siswa yang belajar sering mengalami ganguan pernafasan saat sedang belajar. ” Puncaknya asapnya pada pukul 12 siang saat jadwal makan siang, ” tandasnya.
Alhasil, ujar Syahrir, siswa kebanyakan bersin-bersin, bahkan mata siswa mengalami perih saat terkena asap pembakaran. Sehingga sangat sulit bagi para siswa untuk mengikuti pelajaran, akibatnya banyak siswa yang mengeluh.
Tidak hanya itu juga kata Syahrir, tempat mandi karyawannya sederet dengan jendela kelas 5, sehingga setiap karyawan yang mandi menjadi tontonan siswa. Dikarenakan tempat mandi karyawan terbuka tanpa ada pembatas atau sekat yang menghalangi.
” Kebanyakan karyawannya sering memperlihatkan pemandangan yang sedikit fulgar kepada siswa. Biasanya mereka mandi tidak mengenakan pakaian dan pelindung,” tukas Syahrir.
Menurut Syahrir, seharusnya perlakukan seperti ini jangan dipertontonkan kepada siswa, apalagi untuk siswa yang masih SD, tentu ini ini akan sangat mengganggu dan akan merusak mental anak.
” Kalau saya menyarankan kepada pihak rumah makan agar meninggikan didingnya saja biar asapnya tidak lagi mengarah ke kelas, ” tandasnya.
Selain itu, Syahrir, sejumlah guru kelas juga mengelukan hal yang sama, menurut mereka kalau sekolah libur biasanya lantai kelas semuanya berminyak, bahkan perangkat komputer juga berminyak. ” Saya selaku guru yang mengajar merasa sangat terganggu, dengan adanya asap yang masuk kedalam ruang kelas karena sangat mengganggu pernafasan, ” kata salah seorang guru kelas 5, Andi Windayani.
Menyikapi hal itu, pimpinan rumah makan Sukaku, Jhon saat hendak ditemui BKM, tidak berada di tempat. Bahkan Jhon enggan menjawab telepon saat dihubungi oleh BKM.(mat/war/c)

Exit mobile version