MAKASSAR, BKM — Pelemahan rupiah terhadap dollar menimbulkan efek atau imbas di sektor ekonomi. Termasuk ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat perusahaan tak bisa maksimal melakukan produksi. Utamanya perusahaan yang memproduksi barang dengan bahan baku impor.
Menyikapi kondisi itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menebarkan ancaman ke para pengusaha.
Dia mengatakan, sepanjang alasannya tidak masuk akal alias tidak realistis, perusahaan dilarang melakukan PHK terhadap karyawan.
“Perusahaan yang melakukan PHK karyawan tanpa alasan kuat, silahkan angkat kaki dari Sulsel,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (27/8).
Dia mengatakan, selama ini Pemprov Sulsel sudah banyak mengucurkan anggaran untuk diserap pelaku dunia usaha agar bisa mengembangkan usahanya di Sulsel.
Dia meminta kalau ada persoalan di lingkungan kerja, sebaiknya dicarikan solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak.
“Jika tak mampu diselesaikan, silahkan laporkan ke saya. Kalau memang ternyata PHK dilakukan dengan alasan yang tidak masuk akal, silahkan berusaha ditempat lain saja, tidak usah disini,” tegasnya.
Syahrul meminta semua pihak agar tidak panik. Dia memprediksi pelemahan rupiah terhadap dollar tidak akan berlangsung lama.
Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel mengatakan, pelemahan rupiah secara berkala menimbulkan keprihatinan dan ancaman bagi pertumbuhan ekonomi di Sulsel.
Jika pelemahan rupiah terus terjadi, sementara impor semakin melambung dari jumlah ekspor Sulsel, Kadin Sulsel memastikan PHK tak bisa dihindari.
Herman Heizer mengatakan pelemahan rupiah akan berimbas akses kredit oleh perbankan untul pelaku UKM semakin sulit, terjadi kredit macet, industri melemah.
Selain itu, ia juga memprediksikan dalam waktu dekat ini (bulan depan, red), kontraktor aspal juga akan menjerit karena pengaruh pelemahan rupiah saat ini. (rhm/war/b)