SENGKANG, BKM — Mengantisipasi lonjakan pemakaian elpiji 3 kg menjelang hari raya Idul Adha, Pemkab Wajo meminta penambahan kuota ke Depot Pertamina Parepare. Tidak tanggung-tanggung, penambahan pasokan ini mencapai 5.330 tabung.
Rencananya, pasokan tersebut akan didistribusikan ke empat agen yang membawahi 352 pangkalan se-Kabupaten Wajo.
“Kami sudah bermohon ke Depot Pare-pare. Hasilnya, kita dikasih tambahan 5.330 tabung,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Wajo M Arwes, kemarin.
Menurut Arwes, kuota elpiji di Wajo pada saat ini sejumlah 266.560 tabung. Bulan depan, Wajo akan menerima pasokan 271.890 tabung.
“Kalau dipresentasekan, tambahan pasokan sebesar 2 persen. Untuk lonjakan permintaan konsumen jelang Idul Adha, kami pastikan akan terjadi,” ujarnya.
Terkait dengan harga, pihaknya mengaku masih mengacu pada Harga Eceran tertinggi (HET) yang berdasarkan surat edaran Gubernur, yakni Rp5.500. Kendati demikian,ditidak pungkiri kalau ada spekulasi di tingkat pengecer, hingga Rp20.000.
Untuk mengantisipasi spekulasi di pasaran, pihaknya mengaku rutin melakukan pengawasan, dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar-pasar dan tingkat pengecer.
“Pengawasan untuk spekulasi harga kami perketat. Agen kami larang menjual langsung ke pengecer, tapi agen harus distribusikan ke pangkalan,” katanya.
Sekretaris Komisi II Bidang Ekonomi DPRD Wajo Andi Gusti A Makkarodda, mengatakan penambahan kuota elpiji memang harus dilakukan, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat jelang IdulAdha.
“Hari Jumat rencananya kami akan ke Makassar untuk meminta tambahan kuota,” ujarnya. (ilo/rus/c)