Site icon Berita Kota Makassar

Kepala SD Bunuh Diri dengan Lompat ke Sumur

SIDRAP, BKM — Entah apa yang ada di benak Nurdin. Pria yang menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Lanricang Kecamatan Pitu Rawa, Sidrap ini nekat memotong urat nadinya sendiri. Upaya bunuh diri yang dia lakukan belum berhasil, korban pun akhirnya nekat melompat ke sumur di pekarangan rumahnya.

Kejadian yang menghebohkan warga tersebut diketahui setelah beberapa tetangga dekatnya akan mengambil air wudhu untuk melaksanakan Salat Subuh, Jumat (28/8). Awalnya, para tetangga korban tidak menduga kalau Nurdin yang tercebur ke sumur.
Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Sidrap, Nur Kanaah yang dimintai komfirmasinya terkait kejadian tersebut, membenarkan adanya kasus yang menimpa salah seorang Kasek di wilayah tugasnya. Nur Kanaah melayat ke rumah duka korban di Pangkajene, Sidrap didampingi Kabid Dikdas Sidrap, Syahrul Syam, Ketua PGRI Sidrap, Muslimin dan sejumlah pejabat lingkup Diknas Sidrap.
Menurutnya, informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah guru yang mengajar di sekolah itu menuturkan, sejak sebulan terakhir ini, korban diduga mengalami depresi. Hal itu diketahui setelah sikap dan prilaku Nurdin tidak seperti biasanya, karena sering kelihatan gelisah dan tidak tenang.
Dijelaskannya, Nurdin yang selama ini dikenal aktif dan ramah serta murah senyum terhadap siapa saja, dipastikan meninggal bunuh diri setelah dilakukan otopsi di RSUD Nene’ Mallomo, Pangkajene, Sidrap. Selanjuntya jenasah almarhum disemayamkan dirumah duka di Pangkajene dan dikebumikan di pekuburan Islam di Pangkajene, Sidrap.
Sementara Istri korban Muliati,yang ditemui mengaku suaminya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke sumur ke dalaman kurang lebih 3 meter, setelah sebelumnya mengiris tangan kirinya menggunakan pisau.

Kejadiannya di samping perumahan SDN 15 Tanru Tedong, Kecamatan Dua pitue, jum’at pagi (28/8).
Sementara Kapolsek Dua Pitue, AKP Slamet Prianto. Membenarkan kejadian tersebut. Anggotanya saat ini masih melakukan penyelidikan guna untuk mendalami peristiwa naas itu. (ady/cha/b)

Exit mobile version