RANTEPAO, BKM — Berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Toraja Utara, pupuk palsu diduga sudah beredar di wilayah ini. Pemerintah setempat langsung bergerak cepat untuk mencegahnya.
Sebab bila dibiarkan berlarut-larut tanpa ada tindakan, akan merugikan petani. Perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut harus diproses secara hukum.
”Untuk mengeliminir peredaran pupuk palsu di Toraja Utara, penyuluh pertanian harus kerja ekstra turun langsung ke lapangan, dan melaporkan per triwulan keadaan yang dialami petani kepada Dinas Pertanian,” kata Sekkab Lewaran Rantela`bi, kemarin.
Menurut Lewaran, selain peredaran pupuk palsu yang perlu diwaspadai, pengecer pupuk bersubsidi juga harus diawasi. Mereka tidak boleh seenaknya menaikkan harga. Karena tindakan tersebut membuat petani menjerit akibat harga yang melambung tinggi. Pihak berwajib, seperti kepolisian dan kejaksaan diminta turun tangan menindak tanpa pandang bulu.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Makale Amri Kurniawan, meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan adanya peredaran pupuk palsu. Sebab saat ini pemerintah tengah gencar-gencarnya memperbaiki dan meningkatkan ketahanan pangan, yang melibatkan sejumlah unit kerja dan instansi terkait.
”Untuk itu kita harus bersama-sama mencegah tindakan oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan dan memanfaatkan kesempatan. Segera laporkan jika menemukan ada pupuk palsu yang ditemukan beredar,” tandas Amri Kurniawan.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Toraja Utara Salvius Pasang, mengakui masih banyaknya penyimpangan yang perlu dicermati terkait peredaran pupuk di daerah ini. Salah satu permasalahan yang dilaporkan Pansus DPRD, ditengarai adanya pengecer yang sesuka hati menaikkan harga pupuk karena mengejar keuntungan besar.
Solusi yang ditempuh Dinas Pertanian, kata Salvius Pasang, adalah menugaskan kepada para penyuluh pertanian untuk segera melakukan verifikasi data dilapangan sekali tiga bulan. Utamanya kondisi lapangan terkait peredaran pupuk urea dan jenis lainnya. (gus/rus/b)