SIDRAP, BKM — Kapolres Sidrap AKBP Anggi N Siregar mengaku telah menerima hasil tes urine yang dilakukan tim Mabes Polri terhadap personelnya. Anggi berjanji akan menindak tegas anggotanya yang dinyatakan positif narkoba.
Mantan Kasubdit Regident Polda Sulselbar tersebut bahkan sudah memerintahkan Propam Polres Sidrap untuk memeriksa 11 anak buahnya yang dinyatakan positif narkoba. Anggi memastikan sembilan dari 11 oknum anggota polisi akan mendapatkan sanksi berupa hukuman.
“Hukuman disiplin sebagai anggota polri sudah pasti akan diberikan. Mereka yang dengan sengaja menggunakan narkoba nantinya akan diperiksa dulu, lalu diadili untuk selanjutnya dijatuhkan sanksi sesuai perbuatannya,” tegas Anggi, Jumat (28/8).
Usai menerima hasilnya, kemarin, perwira dengan tanda pangkat dua melati di pundaknya itu mengaku telah mengklarifikasi langsung terhadap 11 orang anak buahnya. Hasilnya, kata Anggi, dari 11 orang itu, hanya sembilan orang diantaranya yang dinilainya sengaja menggunakan barang haram tersebut.
Seperti diberitakan kemarin, tim Mabes Polri yang dipimpin Karo Provos Mabes Polri Brigjen Pol Drs Gatot Subroto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Polres Sidrap, Kamis (27/8). Kedatangan Gatot bersama sejumlah perwira dan bintara mabes itu juga dimanfaatkan untuk melakukan tes urine terhadap personel Polres Sidrap.
Sedikitnya 381 anggota Polres Sidrap menjalani pemeriksaan itu secara bergantian. Uji urine dipimpin langsung AKBP Dr L Riyanti dibantu Kabag Gaktibplin Propam Kombes Pol Usman Heri Purwanto, AKBP Hamang, serta Brigpol Lukman Hakim.
Sementara itu, sejumlah LSM di Bumi Nene’ Mallomo langsung menyikapi adanya oknum polisi yang positif menggunakan narkoba. Kordinator LSM Jimat (Jaringan Informasi, Masyarakat Aliansi Transfaran) H Aris Asnawi menilai, kalau 11 oknum polisi yang positif narkoba punya 10 “binaan” di Sidrap, maka jumlah penyaklahguna narkoba sudah 110 orang.
”Seharusnya Propam Mabes Polri membongkar jaringan narkoba di jajaran kepolisian. Kesebelas oknum polisi itu mendapatkan barang haram dari mana. Mata rantainya harus diungkap,” cetusnya. (ady/rus/b)