MALILI, BKM — Sebanyak 40 bidan mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) teknis pemasangan dan pencabutan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) implan yang dilaksanakan di Aula Verbeck Guest House, Kecamatan Malili, Sabtu (29/8).
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Luwu Timur dan Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala BKPPD Luwu Timur Noviya Syahriani Syam mengatakan, diklat pemasangan dan pencabutan AKDR dan implan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada bidan, baik pemasangan maupun pencabutan AKDR dan implan sesuai dengan prosedur standar.
Selain itu, pada bidan juga diharapkan mampu memberikan penanganan lanjutan pascapemasangan maupun pencabutan AKDR dan implan, serta memiliki keterampilan yang diperlukan untuk membuat pelayanan AKDR dan implan berkualitas.
“Diklat ini berlangsung selama enam hari yang dibagi menjadi dua angkatan. Untuk angkatan pertama berlangsung 29 hingga 31 Agustus. Sementara angkatan kedua 5 hingga 7 September,” ungkap Noviya.
Diklat ini menghadirkan Fasilitator Retno Budiati Farid, Fatmawati Madya, dan Bidan Suhartini Samadi dari Pusat Pelatihan Klinik Sekunder RSB Adika Makassar. Sementara peserta adalah PNS tenaga kesehatan (Bidan) lingkup Dinas Kesehatan, seperti dari Puskesmas, Pustu dan Poskesdes.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Luwu Timur Bahri Suli mengatakan, dalam konteks pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), program kependudukan dan KB menghadapi berbagai masalah yang harus diselesaikan.
Karenanya, investasi dalam bidang KB sangat penting dan merupakan faktor yang dominan dalam menangani masalah kependudukan yang muncul akibat laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Untuk itu, pemantapan program KB di Kabupaten Luwu Timur mesti dilakukan. Terutama penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang.
”Keberhasilan program KB memerlukan dukungan dan kerja sama antara semua pihak terkait, utamanya Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Dinas Kesehatan dan jajarannya, kader PPKBD dan SUB PPKBD, para ulama dan tokoh masyarakat. Mari kita jalin hubungan kerja sama yang baik dengan semua mitra kerja, guna mendukung keberhasilan program peningkatan kesertaan PUS melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (IUD, Implant, MOP dan MOW),” ujarnya. (alp/rus/c)