MAKASSAR, BKM — Keberadaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) memang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbagai strata sosial. Bank yang kini berusia lebih dari satu abad memang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat terutama dalam hal pelayanan.
Hal itu pula yang dilakukan Pemimpin Wilayah (Pimwil) BRI Makassar, Supari pada Sabtu (29/8). Didampingi sejumlah stafnya Pimwil BRI menyambangi Pasar Pelelangan Ikan Daya. Di tempat ini, selain melakukan dialog dengan Koordinator Pedagang Pasar Pelelangan Ikan (PPI) Daya, Abdullah Salama, Pimwil juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada para pedagang di pasar pelelangan ini. Di antaranya CCTV sebanyak delapan unit yang akan dipasang di sejumlah titik. Selain itu, akan membentuk kantor BRI Link di sekitar kawasan pasar pelelangan ini.
Supari tampak begitu antusias melihat aktivitas perdagangan di pasar pelelangan yang datang dari berbagai daerah di Sulsel dan juga dari daerah lainnya di wilayah Sulawesi. Bahkan, Pimwil siap membantu para pedagang dalam mendapatkan bantuan kredit untuk mengembangkan usahanya.
Koordinator Pedagang Pasar Pelelangan Ikan Daya, Abdullah Salama, mengungkapkan, kehadiran orang nomor satu di BRI Wilayah Makassar ini merupakan suatu penghormatan bagi para warga pasar pelelangan ini. Apalagi, kehadiran Pimwil BRI, selain memberikan bantuan kepada warga pasar, juga menawarkan kerjasama bantuan kredit permodalan.
”Saya selaku koordinator pedagang di Pasar Pelelangan Ikan Daya ini menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak Pimwil BRI Sulsel atas kedatangannya ke tempat kami,” ujar Abdullah.
Diakui, banyak sebenarnya kerjasama yang saling menguntungkan bisa dilakukan antara BRI Wilayah Makassar dengan para pedagang di Pasar Pelelangan Ikan Daya. Misalnya pembentukan kantor pelayanan BRI Link di tempat ini. ”Jadi dengan kehadiran BRI Link, selain bisa menjadi tempat bagi para pedagang dalam menabung. Juga BRI Link bisa menjadi tempat menyetorkan uang pembelian ikan dari pedagang di pasar ini, kepada mitranya atau mereka yang punya ikan yang ada di daerah lain. ”Mereka tidak perlu jauh-jauh membawa uang hasil penjualan ikannya. Dan tentu mereka akan merasa aman. Apalagi sekarang, BRI sudah punya produk layanan BRI Link dengan menggunakan kapal. Ini tentunya sangat membantu kepada para nelayan melakukan transaksi keuangan tanpa harus ke bank. Nelayan yang umumnya berdomisili di pulau, cukup menunggu uangnya di pulau,” kata Abdullah.
Dengan kehadiran BRI Link, harap Abdullah, ke depannya bisa menjadi cikal bakal lahirnya Kampung BRI di Pasar Pelelangan Ikan Daya. Apalagi dengan jumlah pedagang dan transaksi perdagangan yang terjadi tiap harinya hingga mencapai Rp1 miliar lebih. ”Sekarang ini, di kawasan Pasar Pelelangan Ikan Daya ada sekitar 1.000 orang pedagang mulai dari pedagang ikan hingga pedagang barang campuran. Tentu menjadi nilai plus jika BRI membentuk Kampung BRI di tempat ini,” tuturnya. (*)