BULUKUMBA, BKM — Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Bulukumba untuk tahun 2015 tembus pada angka Rp1,5 triliun. Hal ini disampaikan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan pada rapat paripurna DPRD dengan agenda penyerahan pengantar nota keuangan dan Ranperda APBD-P, Senin (31/8).
Menurut Zainuddin, peningkatan APBD-P ini dikarenakan adanya kenaikan pendapatan sebesar 9,3 persen dari target pada APBD pokok, yakni dari Rp1,2 triliun menjadi Rp1,3 triliun. Demikian halnya dengan pos belanja, juga mengalami peningkatan 13,27 persen dari target pada APBD pokok 2015, yakni dari Rp1,3 triliun menjadi Rp1,5 triliun.
Secara rinci, untuk pos pendapatan daerah yang terus mengalami peningkatan sebagaimana dituangkan pada APBD-P TA 2015, rencananya akan diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp108 miliar. Termasuk dari dana perimbangan serta dana dari lain-lain pendapatan daerah yang sah, masing-masing sebesar Rp901 miliar untuk dana perimbangan, dan Rp317 miliar untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah.
Sementara untuk pos belanja yang dialokasikan pada belanja langsung dan belanja tidak langsung pada APBD-P TA 2015 direncanakan sebesar Rp752 miliar untuk belanja tidak langsung, dan untuk belanja langsung sebesar Rp762 miliar.
Dalam sambutannya, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan mengharapkan, capaian dan peningkatan APBD yang signifikan selama 5 tahun kepemerintahannya menjadi bukti, bahwa Bulukumba dengan kemampuan keuangan yang baik, tentu menjadi salah satu daerah yang sangat potensial untuk dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat.
Zainuddin berharap, siapapun yang menjadi bupati nantinya, Bulukumba harus lebih maju, harus lebih kompetitif dan semakin berprestasi. “Bulukumba ini adalah daerah yang memiliki potensi. Olehnya itu, Bulukumba harus menjadi daerah terbaik di Indonesia,” tandasnya.
Bupati yang segera mengakhiri masa jabatannya memimpin Bulukumba ini, menambahkan peningkatan APBD-P yang tembus Rp1,5 triliun merupakan prestasi tersendiri bagi pemkab selama periode kepemerintahannya.
“Prestasi yang dicapai bukanlah sesuatu yang hanya bisa dikenang dan menjadi cerita masa lalu. Namun semuanya harus menjadi spirit dan inspirasi untuk masa depan Bulukumba,” tegasnya. (edy/rus/c)