MAKASSAR, BKM — Direktur Teknik PSM yang juga alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) Sumirlan menegaskan bahwa mahasiswa yang kuliah di FIK UNM hanya hanya sekedar ingin menjadi guru. Tapi lebih dari itu, seorang mahasiswa harus mampu menjadikan dirinya lebih berdaya guna.
Artinya selain sebagai guru dan dosen juga harus mampu bekerja sebagai wiraswasta, pegawai BUMN, karyawan perusahaan, tentara, polisi, pengusaha, atlet dan sebagainya. Untuk itu diperlukan memperdalam ilmu sebanyak mungkin. Dengan demikian setelah sarjana akan lebih muda terserap oleh dunia kerja.
”Jadi jangan yang ada di otak kita itu hanya mau jadi guru dan dosen saja. Coba lihat para senior. Ada yang tentara, polisi, pengusaha dan lainnya. Jadi kita harus bisa dan siap dimana pun untuk bekerja,” ujar Sumirlan saat menyampaikan testimoni dihadapan 611 mahasiswa baru FIK UNM di GOR FIK Bantabantaeng, Senin (31/8).
Sementara mantan Dekan FIK Prof Anwar Pasau dan Drs Djafar meminta kepada seluruh Maba untuk tekun berlajar dan tidak sombong dan sok pintar. ”Jangan sampai ada diantara Anda yang merasa pintar lalu meremehkan orang lain. Itu tidak boleh,” tandas Prof Anwar.
Turut hadir memberikan testimoni adalah Letkol (pol) Tati Jamil, Dr H Sakaruddin, Letkol (TNI) Jufri Sawari, S.Pd, Faisal Palapa, S.Pd, Sumirlan dan anggota DPR RI Syamsu Niang.
Dekan FIK UNM Arifuddin Usman, M.Kes mengatakan kehadiran berbagai elemen di acara penerimaan Maba mampu menjadikan spirit yang tinggi bagi mahasiswa baru untuk bekal dalam menuntut ilmu.
Dengan penyampaian pengalaman dari para nara sumber menumbuhkan kepercayaan diri untuk tidak fokus jadi guru tapi lintas bidang berdasarkan panggilan jiwa dan idealisme. Maba harus memiliki komitmen dalam manajemen waktu dan jangan menjadi maba yes man yang tak punya prinsip atau konsep hidup, pemalas, kerja selalu menunda waktu.
”Yang paling baik bagi Maba adalah memiliki kerja yang menjadikan skala prioritas,” papar Arifuddin.
Arifuddin juga menambahkan sebanyak 611 Maba yang diterima tahun ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan secara ketat selama proses penerimaan mahasiswa baru. Kedepan kata dia pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh mahasiswa FIK bisa lahir sebagai mahasiswa yang memiliki idealisme tinggi.
”Iya, harapan kita seperti itu. Mahasiswa yang baik dan dirindukan masyarakat dan dunia kerja adalah seorang sarjana yang berkarakter dan memiliki prinsip serta berdedikasi,” tukasnya.(ila)
Kuliah di FIK Jangan Fokus Jadi Guru

Kuliah di FIK Jangan Fokus Jadi Guru