MAKASSAR, BKM — Kementrian Pertanian dan TNI Angkatan Darat melakukan pendampingan dan membantu dalam pengelolaan pertanian mulai dari penanaman bibit, panen hingga sampai penjualan beras. TNI juga akan mengawal dengan baik agar petani tidak merasakan kerugian.
“Kami melakukan pendampingan yang dimaksudkan untuk membantu petani dalam pembibitan, perawatan sampai dengan penggilingan dan penjualan beras. Kita menerjunkan sebanyak 400 ribu Babinsa yang tersebar di Sulawesi,” tegas Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar saat melakukan rapat koordinasi dan pertemuan bersama pengusaha gabah/beras se Sulsel yang digelar di Baruga Lappo Ase Kantor Divre Bulog Sulselbar, Jalan AP Pettarani Makassar, Senin (31/8).
Lebih lanjut, Bachtiar juga menegaskan ke Bulog untuk melaporkan apabila ada anggotanya yang datang dan mencari sela keuntungan dengan cara menimbun beras yang dapat mempengaruhi target yang telah ada.
“Saya harap semua komponen yang ada dapat membangun integritas dan sinegritas yang baik agar semuanya berjalan dengan baik,” tegasnya.
Bachtiar menambahkan, untuk menghindari import beras, stok beras harus berada sekitar 2 juta ton sementara di Sulawesi memiliki target 605 ribu ton, dan wilayah Sulsel sendiri sebanyak 500 ribu ton.
“Capaian sudah diatas 51 persen, dan diperkirakan lahan yang belum dipanen yang luasnya sekitar 350 ribu hektar dan diharapkan dapat mencapai target,” ujarnya.(arf/war/c)