Site icon Berita Kota Makassar

Kemenag Evaluasi Sekolah Penerima BOS

BANTAENG, BKM — Monitoring dan evaluasi (monev) penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilakukan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantaeng. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui dari dekat sejauhmana pemanfaatan dana tersebut berdasarkan juknis (petunjuk teknis).
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) H Andi Muh Baedawi, Senin (31/8) mengatakan, monev yang dilaksanakan ini meliputi 65 madrasah penerima dana BOS dalam lingkup Kemenag. “Ada 64 madrasah yang menerima dana BOS,” katanya.
Dia memaparkan, madrasah tersebut menyebar di delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bantaeng. Sementara waktu yang digunakan untuk monev terbatas, yakni hanya empat hari saja, 24-27 Agustus.
Oleh karena itu, lanjut Baedawi, pihaknya membagi petugas monev dalam tiga tim untuk memudahkan pelaksanaannya sesuai jadwal yang ada. “Kami membentuk tiga tim yang bertugas melakukan monev,” ujarnya.
Dikemukakannya, tim I diketuai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantaeng H Anwar Abubakar, tim II Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag H Ahmad Jailani, dan tim III Kasi Penmad H Andi Muh Baedawi.
Dijelaskan Baedawi, dana BOS ini dikucurkan dua kali dalam setahun, yakni dibagi dalam dua semester. Untuk semester pertama sebesar Rp3 miliar lebih yang dibagi kepada 19 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 29 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 17 Madrasah Aliyah (MA).
Mengenai besaran dana yang diterima tiap madrasah, Baedawi mengatakan ditentukan jumlah siswa. Artinya, kata dia, jumlah dana BOS setiap madrasah tidak sama besarannya. Hal ini disesuaikan jumlah siswa masing-masing madrasah berdasarkan juknis penggunaan dana BOS.
Dijelaskan Baedawi, hasil monev dari ketiga tim akan dikaji untuk selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Kemenag selaku penanggungjawab. Jika kemudian ada madrasah yang tidak menyalurkan dana BOS sesuai juknis, maka dana tersebut akan dihentikan.
Penegasan ini menyusul adanya informasi, bahwa ada oknum kepsek melakukan pemotongan dana BOS untuk bantuan siswa dan honor guru. Namun Baedawi mengaku, pihaknya tidak mendapat laporan.
“Tidak ada laporan seperti itu. Tim monev sendiri tidak menemukan adanya dugaan yang anda maksudkan”, ujarnya.
Terpisah, Kasubag TU Kemenag H Ahmad Jailani mengatakan, sejauh ini tidak ada temuan penyalahgunaan dana BOS. “Dari hasil monev yang kami lakukan, tidak ditemukan penyalahgunaan,” tandasnya. (wam/rus/b)

Exit mobile version