Site icon Berita Kota Makassar

Nurdin Papar Keberhasilan Depan Peserta Diklatpim BPK

BANTAENG, BKM — Sebanyak 36 orang peserta Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berkunjung ke Kabupaten Bantaeng, Selasa (1/9). Mereka datang bersama 17 orang pendampingnya.
Rombongan yang berjumlah 53 orang ini diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di tribun Pantai Seruni, pukul 22.00 Wita. Pada siang harinya, rombongan ini diterima Asisten III H Bahtiar Karim dan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah H Muh Asri di Rujab Bupati.
Disaksikan pejabat eselon II lingkup Pemkab Bantaeng dan Camat setempat, peserta Diklatpim BPK ini mendengarkan paparan Bupati selama satu jam. Nurdin yang baru tiba dari Palangkaraya, tanpa istirahat langsung tampil memaparkan kondisi Bantaeng pra dan pasca tahun 2008, serta kinerjanya selama ini.
Diceritakannya, sebelum 2008 Bantaeng termasuk satu dari 199 daerah tertinggal di Indonesia. Dimana pada masa itu, kata dia, derajat kesehatan dan tingkat pendidikan rendah. Selain itu, pemkab juga menghadapi masalah di bidang ekonomi, tingginya angka putus sekolah dan pengangguran.
Bencana alam, dalam hal ini banjir, lanjut Nurdin, merupakan masalah menahun yang mendera warga. Setiap musim hujan, penduduk yang hidup di sekitar bantaran sungai dan di kota pasti cemas akan datangnya musibah banjir.
Hal ini disebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Hutan kemiri yang dulunya rimbun di pegunungan, dibabat habis oleh penduduk sekitar. Bahkan ratusan hektare hutan lindung juga dirambah kemudian dialihfungsikan menjadi kebun jagung.
Nurdin mengaku, banjir adalah masalah serius yang harus segera diatasi. Setelah ditetapkan sebagai bupati pada 2008, dia lalu mengumpulkan para pejabatnya untuk menyatukan visi dan komitmen mengatasi banjir. Selanjutnya dia menyusun tim work yang kuat dalam rangka melaksanakan program pembangunan yang telah dirancang.
”Akhirnya dibangunlah cekdam dan waduk untuk mengendalikan banjir. Selanjutnya dibentuk Brigade Siaga Bencana (BSB) yang menyegerakan pelayanan bantuan medis dengan sitem jemput bola, serta bertugas mengatasi bencana kebakaran,” jelasnya.
Pantai Seruni yang dulunya jorok karena warga sekitar menjadikan sebagai WC terpanjang, kini menjadi obyek wisata yang bersih. Marina pun disulap menjadi wisata bahari.
Rumah sakit terindah di Sulsel juga dibangun di atas lahan revitalisasi pantai Seruni. Nurdin mengklaim sebagai rumah sakit trauma centre, yakni kalau ada korban pilkada atau pemilu, bisa segera sembuh setelah masuk rumah sakit ini. (wam/rus/c)

Exit mobile version