MAMASA, BKM — Kapolda Sulselbar, Irjen Anton Setiadji SH MH meminta kepada seluruh aparat kepolisian di wilayah Sulselbar khususnya di Kabupaten Mamasa, untuk melibatkan polisi militer dari TNI dalam setiap pengamanan kegiatan. Harapan ini disampaikan Anton Setiadji saat memberikan arahan kepada anggotanya di aula Mapolres Mamasa, Selasa (1/9).
Lanjut Kapolda mengatakan, untuk mencegah meluasnya bentrokan antara TNI dan Polri yang terjadi di Polewali Mandar beberapa hari sebelumnya, pihaknya akan melakukan pengawasan penggunaan senjata api bagi para anggota polisi. ”Ke depan, saya dengan pak Kapolres akan memperketat pengawasan penggunaan senjata api bagi anggota kita,” ujarnya.
Dalam kegiatan tatap muka yang dihadiri para perwira dan bintara di jajaran Polres Mamasa itu, Kapolda juga meminta agar semua anggota polisi menjauhi Narkoba dan tindakan asusila lainnya. ”Sudah ada beberapa anggota kita yang dipecat karena terlibat Narkoba dan tindak pidana lainnya. Saya tidak akan segan-segan menindak anggota yang terlibat,” terangnya.
Dalam kesempatan yang dihadiri Irwasum Polda Sulselbar, Kombes Herman, Kapolda juga memberikan bantuan pengadaan lokasi perumahan bagi anggota kepolisian di Mamasa sebesar Rp30 juta secara tunai. ”Bantuan ini saya berikan untuk pengadaan tanah perumahan pada anggota. Juga sebagai motivasi agar rencana ini segera direalisasikan,” tandasnya.
Kedatangan Kapolda Sulselbar di Mamasa adalah rangkaian dari kunjungan kerja di wilayah kerjanya. Usai memberikan arahan di Mapolres Mamasa, Kapolda dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Toraja Utara, melalui Kecamatan Tabang Kabupaten Mamasa. (dar/mir/c)