Site icon Berita Kota Makassar

Polisi Tolak Laporan Kehilangan Sapi PT Buli

SIDRAP, BKM — Kasus menyusutnya jumlah sapi yang dikabarkan hilang dari lokasi peternakan dan penggemukan milik PT Buli di Desa Bila, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap langsung diseriusi Polda Sulselbar.
Tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) yang dipimpin AKP Mursidi langsung turun melakukan pendataan aset milik PT Buli. Termasuk mencari tahu kebenaran informasi hilangnya sapi yang jumlahnya mencapai 300 ekor.
“Kami sudah turun mendata di lokasi berapa aset milik PT Buli yang dilaporkan hilang. Dari hasil klarifikasi ke PT Buli, katanya tidak ada sapi hilang sebanyak itu,” ungkap AKP Mursidi yang ditemui di Wisma Tri Murti Pangkajene, Jumat (4/9).
Meski begitu, diakui memang ada penyusutan jumlah ternak sapi di lokasi PT Buli. Penyebabnya, kata Mursidi, ada beberapa faktor. Misalnya sistem keamanan kandang yang tidak memadai. Sistem menggembalakan secara liar di areal seluas 6,400 hektare dinilai sangat rawan. Sapi bisa saja hilang ataupun mati mendadak yang disebabkan faktor alam.
Selain itu, ternak milik warga, seperti kerbau dan sapi bisa leluasa masuk merumput di area PT Buli karena pagar pembatas dirusak dan dijebol oleh ternak-ternak warga yang bermukim di sekitar lokasi PT Buli itu.
“Seperti kemarin malam, ada tiga ekor sapi PT Buli hilang dan lepas dari pengawasan karena tali dan kandangnya rusak. Namun petugas dapat menemukannya kembali setelah berada diluar area Buli beberapa jam kemudian,” katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap akan mengusut dan mendata jumlah sapi yang diternakkan di lokasi perusahaan. “Tetap akan kita telusuri aset sapi. Berapa jumlahnya yang diternakkan maupun yang mati. Termasuk yang terjual selama beberapa bulan tearkhir ini,” pungkasnya.
Sementara, Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Indra Waspada Yudha di ruang kerjanya kemarin, mengatakan dua bulan sebelum kasus menyusutnya sapi milik PT Buli mencuat ke publik, manajemen PT Buli mendatangi polres untuk melaporkan kasus kehilangan ratusan ekor sapi tersebut.
Namun, kata AKP Indra, pihaknya menolak laporan itu dengan pertimbangan PT Buli melaporkan sekaligus kehilangan sapi dalam jumlah besar.
“Terpaksa kita total. Kenapa nanti hilang dalam jumlah besar baru dilaporkan. Kenapa tidak dilaporkan pada saat kejadian. Apalagi mereka tidak bisa mendata berapa ekor sapi yang hilang, kemudian yang mati dan yang terjual,” lontar Indra, kemarin.
Faktor kedua pihak reskrim menolak laporan kehilangan sapi PT Buli itu, karena munculnya tim auditor pusat BUMN yang ingin mengaudit aset PT Buli. Termasuk aset sapi yang diternakkan selama ini.
“Kami tidak mau terjebak dan dijadikan tameng. Kenapa nanti ada tim auditor BUMN pusat turun memeriksa aset PT Buli baru mau melapor kehilangan dalam jumlah besar. Ini kan tidak logis,” cetus AKP Indra.
Untuk itu, Indra berjanji akan akan menelusuri kasus ini hingga tuntas. “Ini sementara kita bentuk tim. Juga jadwal rencana untuk turun ke lokasi,” tambahnya.
Direktur Produksi PT Buli Mahfud yang dikonfirmasi terpisah, belum bersedia bicara panjang lebar terkait masalah ini. “Maaf bos, saya pejabat baru di PT Buli dan baru seminggu menjadi kepala produksi. Kalau masalah itu, saya masih pelajari lebih dalam. Data jumlah produksi selama ini, nantilah akan kita ekspose jika semua sudah rampung,” ujarnya singkat. (ady/rus/b)

Exit mobile version