Site icon Berita Kota Makassar

Ribuan Hewan Kurban Masuk Makassar

MAKASSAR, BKM–Jelang Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriah, ribuan hewan diperkirakan akan masuk ke Kota Makassar pada musim kurban tahun ini. Hewan kurban tersebut tersebar di sejumlah titik seperti di Jalan Aroepala, Hertasing Baru.
Hewan-hewan kurban yang masuk ke Makassar, berasal dari Kabupaten Bulukumba, Jeneponto, Bantaeng, Takalar dan Gowa yang melewati wilayah perbatasan Gowa-Makassar, tepatnya di Jalan TUN Abdul Razak maupun di Jalan Sultan Alaudin.
Begitu pun hewan kurban yang melewati wilayah Kabupaten Maros menuju Makassar.
Menyikapi masuknya hewan kurban ke Kota Makassar, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas kelautan, Pertanian, Perikanan dan Perkebunan (DKP3) Kota Makassar, Andi Herliyani, menegaskan akan melakukan penertiban dan menindaki hewan kurban yang berkeliaran di jalan. “Kita akan tindaki. Para pengusaha hewan kurban diminta untuk tidak membiarkan hewan ternaknya berkeliaran di jalan,” katanya.
Menurutnya, kebutuhan hewan kurban di Kota Makassar tahun ini prediksi meningkat hingga 10-15 persen. Sebab, semakin tahun minat masyarakat untuk berkurban terus meningkat.”Kita perkirakan kebutuhan hewan kurban tahun ini meningkat sampai 10-15 persen dari tahun lalu. Karena minat masyarakat untuk melakukan ibadah kurban cukup tinggi,” ujarnya.
Lebih jauh, kata Herlina, menjelang Idul Adha, DKP3 menurunkan tim untuk mengawasi secara ketat masuknya hewan kurban dari luar Kota Makassar.
Pengawasan lalu lintas hewan kurban dilakukan dengan memeriksa surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal, serta melihat kondisi fisik ternak, dan tempat penampungannya.
Apalagi, saat ini sangat sulit mendeteksi hewan kurban yang mengidap penyakit anthrax dan penyakit kulit pada hewan kurban seperti sapi, kerbau dan kambing.
“Pengawasan hewan kurban tersebut dalam upaya agar hewan kurban itu benar-benar sehat dari berbagai penyakit yang sering menjangkiti hewan. Apalagi kita waspadai penyakit hewan,” katanya.
Selain itu, jelas Herlina, pengalaman tahun-tahun kemarin, penjualan hewan kurban banyak memadati pinggir-pinggir jalan terutama jalan protokol dan pasar-pasar tradisional sehingga menimbulkan persoalan sosial, seperti merusak keindahan kota alias jorok, menimbulkan Kemacetan, menimbulkan bau tidak sedap (kambing), penjualan hewan tidak sehat menjadi sorotan publik.
Untuk itu, kata dia, DKP3 akan melakukan penataan penjualan hewan kurban tersebut guna menghilangkan stigma buruk masyarakat dan memberikan kenyamanan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli hewan.
” Kita tidak menghalangi pegadang untuk menjual hewan ternaknya, tetapi kami melarang keras penjualan hewan kurban di jalan protokol,” tegasnya.
Pihaknya juga akan melibatkan satpol PP, camat dan lurah, pihak kepolisian, disperindag, dinas kesehatan untuk melakukan pengawasan.
Selain itu, akan membuat buku panduan hewan layak kurban seperti kesehatan, umur dan sebagainya.
Untuk penjualan hewan kurban yang sehat, pihaknya merekomendasikan lokasi penjualan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Tamanagappa. kelebihannya adalah hewan selalu diperiksa kesehatannya sehingga pemkot menjamin daging hewan di RPH layak konsumsi. ” Kami imbau kepada pedagang untuk menjual hewan ternaknya di RPH Tamanagappa. kalau disana, akan diberikan pelayanan kesehatan hewan dan dijamin layak konsumsi,”imbaunya.
Disamping itu, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara gratis. Hanya saja, diharapkan masyarakat atau penyelenggara pemotongan hewan kurban yang tidak terjangkau oleh petugas boleh mengajukan permintaan pemeriksaan ke dinas.
“Kita imbau masyarakat agar membeli hewan kurban yang telah diperiksa kesehatannya, termasuk ditandai stiker pada tubuh hewan. Belilah hewan kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH),”katanya.
Terpisah, Dg Bola penjual kambing di Jalan Alauddin kepada BKM mengaku, setiap perayaan Idul Adha, ia telah menyediakan sebanyak 150 ekor kambing siap jual. Rata-rata 80 persennya kambing jantan berusia 1,5 tahun peranakan Donggala yang didatangkan langsung dari Kepulauan Selayar.
“Kami lebih banyak menyediakan kambing jantan ketimbang betina, karena masyarakat lebih banyak mencari kambing jantan untuk dikurbankan. Sedangkan jika kambing betina masyarakat biasanya ragu hamil atau tidak,” ucapnya.
Adapun harga kambing yang ditawakan Dg Bola bervariasi mulai dari harga Rp1,4 juta hingga Rp2,5 juta perekornya sesuai dengan berat dan kondisi kambing yang dijualnya.
“Harga kambing yang kita pasarkan harganya relatif, sesuai berat kambing,” katanya.
Menurutnya, pesanan kambing baru akan melonjak memasuki lima hari jelang lebaran. Bahkan sudah ada pembeli yang menitipkan kambing yang dibelinya untuk dirawat di kandang.(ucu-arf/b)

Exit mobile version