MAKASSAR, BKM — Polisi berhasil menangkap Ikbal (21), raja begal wilayah utara Makassar. Ikbal ditangkap setelah ditembak kedua kakinya saat hendak melarikan diri dari tangkapan polisi di Jalan Tinumbu, Senin (7/9) dinihari.
Selama ini, berdasarkan catatan kepolisian, sudah banyak kejahatan jalanan (begal) seperti penjambretan dan perampokan diotaki Ikbal di beberapa titik di utara kota. Makanya, Ikbal termasuk orang yang paling dicari polisi. Apalagi ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Penangkapan Ikbal bermula dari penangkapan Asrul dan Akbar. Kedua begal ini ditangkap di tempat yang berbeda.
Dari pengakuan keduanya, jika Ikbal termasuk salah satu begal yang juga rajin melakukan aksi. Dari mereka juga, polisi tahu dimana tempat persembunyian Ikbal.
Malam itu pun, polisi langsung turun mencari lelaki bertubuh ceking ini. Namun, saat ditemukan polisi, Ikbal melakukan perlawanan. Bahkan ia berusaha merampas pistol petugas.
Tidak berhasil merampas senjata, Ikbal pun berusaha kabur. Namun polisi yang telah mengepung lokasi persembunyian Ikbal tidak ingin buruannya lepas. Polisi lalu menghadiahi dua butir peluru di kaki tersangka.
Malam itu juga Ikbal dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Usai menjalani perawatan medis, pelaku dibawa ke kantor Polsek Ujungpandang untuk menjalani pemeriksaan.
Kepala Kepolisian Sektor Kota Ujungpandang, Kompol Nawu Thaiyeb yang ditemui, Senin (7/9) mengatakan, tersangka sudah lama dicari petugas. Nama Ikbal, kata dia, masuk dalam deretan kelompok begal motor yang selalu melakukan perampokan. Ikbal kerap beraksi bersama rekan-rekannya. Kelompok mereka dikenal sadis dan tidak segan-segan melukai korban jika melakukan perlawanan.
Menurut Kompol Nawu, kelompok Ikbal diketahui telah delapan kali melakukan aksi kejahatan di jalan raya. Mereka beraksi dengan menggunakan panah dan badik.
Terpisah, Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Andi Husnaini mengatakan, laporan penangkapan Ikbal sudah diterima dari Polsek Ujungpandang. ”Kasus ini masih dikembangkan. Tim Reskrim masih memeriksa Ikbal untuk kemudian bisa meringkus rekan-rekannya yang lain,” tegas Andi Husnaini.
Curnak Ditembak
Jika di Makassar diresahkan dengan aksi para begal motor, berbeda dengan di Kabupaten Barru. Di kabupten ini, masyarakat dibuat resah dengan aksi pencurian ternak (curnak).
Petugas Reskrim Polres Barru malah menembak dua pelaku curnak sapi yang selama ini meresahkan warga Bojo, Kecamatan Mallusetasi. Kedua pelaku yang dihadiahi timah panas di bagian kaki yakni Imran warga Bojo dan Hatta warga Parepare.
Kedua pelaku masih dirawat di RSUD Barru, Senin (7/9).Awal penangkapan keduanya bermula saat petugas kepolisian mencurigai satu mobil rental. Di dalam mobil ditemukan beberapa bulu sapi.
Temuan inilah yang menjadi petunjuk untuk mengembangkan proses penyelidikan.
Pengusutan polisi mengarah kepada kedua pelaku.
Saat hendak diringkus, kedua tersangka melawan petugas hingga akhirnya ditembak.
Kasat Reskrim Polres Barru AKP Nasri mengatakan, kedua pelaku mengaku sebagai eksekutor dan penadah.
Imranmengaku bersama Hatta sudah enam kali melakukan aksi pencurian sapi di Mallusetasi. Hewan curian dijual di Parepare. (jul-udi/cha/b)