MAMASA, BKM — Pemilukada Mamuju yang sebentar lalu memasuki tahapan kampanye, kian disikapi secara intens kalangan politisi dan tokoh masyarakat di Mamuju. Salah seorang di antaranya tokoh masyarakat Kalumpang yang juga seorang pendeta, Kalvin Kalambo. Kalvin menemui Sekretaris Partai Golkar Sulbar, Hamzah Hapati Hasan di kediamannya pekan lalu.
Kedatangannya untuk membicarakan perkembangan Pemilukada Mamuju. Kalvin menyampaikan, sebagai bagian dari masyarakat dirinya mengharapkan sosok yang patut menjadi bupati Mamuju periode 2016-2021 adalah sosok yang mengingnkan perubahan untuk Mamuju yang lebih baik ke depan.
Perubahan yang dimaksud Kalvin, di antaranya pembenahan infrastruktur yang masih belum maksimal saat ini. ”Masyarakat menghendaki perubahan yang lebih baik. Dan yang bisa melakukan itu adalah pasangan Bustamin Bausat-H Damris,” terang mantan anggota DPRD Sulbar ini.
Menurutnya untuk dapat mewujudkan harapan tersebut, kata Kalvin semua pihak utamanya para petinggi politik di Sulbar seperti Golkar sebagai salah satu partai pengusung, untuk maksimal dan serius memenangkan Bustamin-Damris. ”Kami orang kecil. Namun ketika para pembesar Partai Golkar seperti pak Hamzah yang total untuk bergerak dan mendukung sepenuhnya, kami yakin kita dapat mengantar pasangan Bustamin dan H Damris menjadi bupati dan wakil bupati Mamuju,” ucap Kalvin.
Hal senada disampaikan Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulbar, H Hamzah Hapati Hasan yang dikenal sebagai politisi yang sangat loyal terhadap keputusan partai ini. Dikatakan, sebagai pasangan yang diusung partainya, pasangan Bustamin-Damris adalah keharusan untuk mengantarnya menjadi bupati dan wakil bupati Mamuju periode 2016-2021.
”Bicara soal keputusan partai, seperti dukungan terhadap pasangan Bustamin-Damris, tak ada cerita lain itu keharusan untuk mengantar mereka jadi pemimpin di Mamuju berikutnya. Terkait isu putera daerah yang mengiringi Pemilukada Mamuju saat ini, secara bijak Hamzah menyatakan, menonjolkan isu putera daerah untuk menjadi pemimpin di Mamuju, kurang relevan dengan kondisi kekinian,” tuturnya.
Karena tipikal masyarakat Mamuju heterogen, baik agama, budaya bahasa dan lain-lain. ”Atas dasar itu, sesungguhnya dapat kita jadikan pijakan, siapa pun yang menginginkan Mamuju yang lebih baik, maka itu patut kita dukung, tanpa melihat latar budaya dan asalnya. Masyarakat Mamuju bercirikan heterogen. Jadi siapa pun atau dari mana pun asalnya, yang penting ia ingin mengubah Mamuju ke arah yang lebih baik, maka itu patut kita dukung,” sambung Hamzah.
Tanggapan lain disampaikan pengurus DPD I Partai Golkar, Abd Hamid BC Ku yang hadir pada pertemuan itu bersama Thamrin Endeng. Dikatakan, dengan simbol gong perdamaian yang belum lama ini diresmikan penggunaannya, tentu itu menjadi simbol untuk meretas segala perbedaan yang ada di Mamuju.
”Dengan gong perdamaian, itu adalah jawaban atas sekat perbedaan yang ada,” pungkas mantan anggota DPRD Sulbar ini. (ala/mir/c)