Site icon Berita Kota Makassar

MB Semprot Lurah Juppandang

ENREKANG, BKM — Bupati Enrekang H Muslimin Bando tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Diapun menyemprot Lurah Juppandang Djaharuddin.
Kekesalan orang nomor satu Bumi Massenrempulu itu dipicu oleh ketidaktahuan Djaharuddin terhadap kondisi riil di wilayahnya.
”Mana Lurah Juppandang? Coba berdiri. Tau tidak kalau di WC Masjid Agung bapak sering didapat kondom bekas dan celana dalam?” tanya Muslimin.
”Tidak, Pak,” jawab Sang Lurah.
”Berarti Bapak selama ini tidak siaga. Mammak bangri (bahasa Duri yang artinya tidur terusji),” semprot MB.
Tanya jawab ini berlangsung dalam pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Forum Desa dan Kelurahan Siaga Aktif se-Kabupaten Enrekang di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (9/9).
Pertanyaan Bupati berlatar belakang guru tersebut berdasarkan fakta yang mencuat, bahwa di WC Masjid Agung di Kelurahan Juppandang sering dijadikan tempat mesum para muda mudi. Salah satu indikasinya, di tempat itu sering ditemukan kondom bekas serta celana dala.
Monev Forum Desa dan Kelurahan Siaga Aktif yang dilaksanakan ini, merupakan bagian dari upaya memberantas penyebaran penyakit HIV/AIDS di Enrekang. Karena belakangan ini pergaulan bebas di kalangan pelajar, orang dewasa hingga orang tua kian marak terjadi.
”Tujuan pertemuan kita ini adalah bagaimana pak desa dan pak lurah, serta bidan bisa menciptakan suasana sehat di lingkungan desa/kelurahannya masing-masing, dalam upaya mengantar masyarakat Enrekang maju dalam bidang kesehatan,” kata Muslimin Bando saat menyampaikan sambutan.
Diakui, Kabupaten Enrekang belakangan ini tidak aman di bidang kesehatan, khususnya penyebaran HIV/AIDS. Untuk mencegah penyebaran penyakit mematikan ini, kepala desa dan lurah harus siaga.
Kepala Dinas Kesehatan Enrekang dr Margan Ganeko menjelaskan, dari hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, terungkap bahwa 50 persen anak gadis di Enrekang sudah berhubungan seks. (her/rus/b)

Exit mobile version