MAKASSAR, BKM — Sejumlah wali kota, baik dari Indonesia maupun dari beberapa negara ASEAN peserta ASEAN Mayors Forum (AMF) 2015 memuji kemajuan Kota Makassar. Mereka menilai, Makassar adalah kota yang memiliki pertumbuhan yang sangat baik dan masyarakat yang ramah.
Hal ini terungkap dari beberapa wali kota yang diwawancara BKM terkait pandangan mereka melihat Makassar. Misalnya yang disampaikan Wali Kota Yangtalad Munipal, Thailand, Kriangkrei Phoomlaocgaeng. Ia mengakui Makassar merupakan salah satu kota yang sangat berkembang.
“Perkembangan Makassar sangat bagus. Ini bisa dilihat dari bangunan dan fasilitas di kota ini,” kata Kriangkrei.
Selain itu, Kriangkrei juga memuji masyarakat Makassar yang ramah.
Soal keramahan warga Makassar juga diungkapkan Wali Kota Kampot Municipally, Kamboja, Neak Sovannary. “Makassar is Oke. People here are very good,’’ kata Neak dalam bahasa Inggris.
Sementara itu, Wali Kota Penang, Malaysia, Dato’ Maimunah melihat Makassar merupakan kota yang memiliki potensi ekonomi yang besar. “Makassar adalah daerah yang kaya dan memiliki banyak potensi,” kata Maimunah.
Lalu bagaimana tanggapan wali kota dari Indonesia? Kami pun menyempatkan diri meminta penilaian beberapa wali kota asal Indonesia tentang Makassar.
Wali Kota Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung, Muh. Sopian yang ditemui di sela-sela AMF mengatakan, layak jika Makassar menjadi kota besar di Indonesia dan pintu gerbang kawasan timur Indonesia. Menurutnya, fasilitas di Makassar sudah sangat memadai. “Mudah-mudahan Makassar bisa tumbuh pesat lagi,” katanya.
Wali Kota Banda Aceh, Elliza pun menilai perkembangan kota Makassar saat ini sungguh luar biasa. “Perkembangan Makassar luar biasa, ini patut dicontoh oleh kota–kota lain di Indonesia,” kata Elliza.
Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, AS Thamrin pun kagum dengan Makassar. Apalagi, menurut dia, Makassar bukanlah daerah yang asing baginya. Koneksi ke Makassar dan Baubau pun sudah sangat baik, baik melalui jalur laut maupun udara.
“Saya kagum dengan perkembangan Makassar. Kota ini menjadi ikon bagi kemajuan kota-kota lain,” kata Thamrin.
Lain lagi dengan penilaian Wali Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, M Zalmi. Menurutnya, kota ini termasuk kota yang terbuka oleh siapa saja. Masyarakatnya juga ia nilai sangat kompak.
Lalu bagaimana sal budaya dan kuliner di Makassar? Ada wali kota yang memberikan pendapatnya tentang hal ini.
“Kulinernya enak seperti konro dan pisang epek,” kata Wali Kota Pangkal Pinang, M Sopian.
Kunjungi Lorong
Sementara itu, di hari kedua, sejumlah peserta AMF menyempatkan diri mengunjungi Lorong I Jalan Toddopuli, Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini, kemarin. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pun memamerkan lorong garden (longgar) di lokasi ini.
Delegasi AMF yang terdiri dari wali kota dan perwakilan dari negara-negara ASEAN diperlihatkan bagaimana Pemerintah Kota Makassar menata kawasan lorong yang sebelumnya terkesan kumuh, menjadi lokasi sejuk nan asri karena telah ditata dan ditanami pepohonan yang bukan hanya indah, namun juga memiliki nilai produktif.
Selain dipamerkan ke peserta delegasi AMF, menurut rencana, Longgar Kassi-kassi juga nantinya akan ditampilkan secara nasional dan menjadi percontohan di Indonesia.
Wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, kunjungan ke lorong ini sengaja dimasukkan dalam agenda AMF untuk memperlihatkan kepada wali kota dan delegasi dari negara-negara ASEAN, untuk menata dan mempercantik kota, bisa dilakukan dari bagian terkecil dan sederhana.
“Kita mulai dari gang-gang kecil. Keberhasilan itu nantinya diharapkan menjalar hingga ke komponen yang lebih luas lagi,” jelas Danny.
Sejumlah peserta delegasi menyatakan kekagumannya terhadap gebrakan yang dilakukan Wali Kota Makassar.
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyatakan kekagumannya atas apa yang telah dilakukan Danny di Kota Makassar.
Dia mengatakan, Danny Pomanto mampu menyulap kota dalam waktu yang singkat menjadi lebih baik.
Namun sayang, tidak semua delegasi AMF mampu menikmati keindahan salah satu sudut Kota Makassar tersebut karena beberapa peserta telah pulang ke daerahnya masing-masing.
Usai melakukan kunjungan ke Kassi-Kassi, delegasi menuju ke Pantai Losari untuk mengikuti Declaration of Makassar.
Sejumlah poin penting hasil AMF dideklarasikan di sana. Diantaranya, AMF harus mendukung masyarakat Asean mewujudkan kesejahteraan warganya.
AMF menginginkan ASEAN sebagai kekuatan regional, nasional dan lokal yang berakar di masing-masing kota serta menjadi pilar masyarakat ASEAN. (rhm-man/cha/b)
