Site icon Berita Kota Makassar

Gubernur Soroti Kinerja Adhi Karya

MAMUJU, BKM — Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh bersama anggota DPR RI, Andi Lutfi Mutti dan Andi Malkan Amin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengerjaan jalan arteri yang ada di jalur Pantai Manakarra, Mamuju, beberapa hari lalu. Melihat hasil kerja PT Adikarya selaku pelaksana dari proyek ini, baik gubernur maupun legislator Senayan sama-sama merasa sangat kecewa.
Gubernur tampak geram melihat hasil kerja dari perusahaan plat merah ini. Seharusnya, kata Anwar, perusahaan BUMN ini harus lebih baik cara kerjanya dibandingkan dua perusahaan swasta yang sebelumnya mengerjakan proyek ini, yaitu PT Akas dan PT Tuju Wali Wali. ”Saya melihat cara kerja dua perusahaan swasta sebelumnya jauh lebih baik dan cepat dibandingkan hasil kerja PT Adikarya. Proyek ini menggunakan anggaran tahun 2014. Padahal, pekerjaan yang dilakukan dua perusahaan swasta sebelumnya jauh lebih susah. Tapi malah, kontraktor swasta ini mampu melaksanakan pekerjaan dengan cepat dan tepat waktu pelaksanaannya,” tutur Anwar dihadapan Lutfi Mutti dan Malkan Amin.
Sementara itu, pihak konsultan dari PT Adhi Karya menyampaikan kepada gubernur dan kedua anggota DPR RI ini, kendala yang dihadapi saat ini adalah mengenai cash flow. Malkan Amin pun menyoroti alasan yang disampaikan pihak konsultan ini. Ia mengaku merasa heran jika PT Adikarya selaku perusahaan BUMN berbicara mengenai cash flow.
”Kalau dilakukan seperti itu dengan alasan cash flow, maka itu sangat memalukan sebagai sebuah perusahaan BUMN. Semestinya pihak PT Adikarya jangan berbicara tentang cash flow. Seharusnya lakukan pekerjaan secara serius. Jangan ada kesan malah lebih pekerjaan yang dilakukan rekanan sebelumnya dibandingkan Adikarya. Ini memalukan kalau itu terjadi,” tegasnya.
Melihat hasil kerja dari PT Adikarya ini, Gubernur Anwar Adnan Saleh mengharapkan kepada Lutfi Mutti dan Malkan Amin untuk menyampaikan kepada pihak kementerian yang membawahi BUMN untuk memberi teguran kepada perusahaan BUMN ini. ”Bapak anggota DPR RI sudah mendengar secara langsung penjelasan dari pihak konsultan pengawas dari PT Adikarya. Jadi kiranya dapat menyampaikan kepada kementeriaannya agar menegur PT Adikarya,” kata Anwar.
Malkan mengatakan, seharusnya pihak Adikarya menunjukkan hasil kerja yang jauh lebih baik dibandingkan dua kontraktor swasta yeng terlebih dahulu telah mengerjakan proyek ini. Menurutnya, ini hal yang sangat memalukan. Ia pun berjanji untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat khususnya kepada menterinya soal jalan ini.
”Karena ini adalah kepentingan umum dan kita harapkan jalur ini selesai dan mampu memberikan dampak kepada masyarakat, utamanya masyarakat Sulbar. Dan itulah yang menjadi harapan dari presiden,” tegasnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version