GOWA, BKM — Muslimat Nadhlatul Ulama (NU) memiliki peran penting dalam memediasi penyebaran informasi kesehatan balita khususnya terkait imunisasi pentavalen kepada balita. Muslimat NU yang memiliki jaringan luas ditengah masyarakat ini menurut
Direktur Singkatkesma Kemenkes RI, dr Wienra Woworuntu, menjadi hal tepat dalam penyebaran informasi kesehatan balita ke masyarakat luas.
“Karena itu Kemenkes menganggap Muslimat NU melalui jaringannya ke bawah yakni para anggota majelis taklim dianggap mampu menjadi mediator tersambungnya informasi ini kepada kalangan ibu yang memiliki bayi di bawah lima tahun. Makanya, kementtian menganggap Muslimat NU menjadi pihak tepat kami gandeng dalam menyambung informasi itu ke masyarakat,” jelas dr Wienra Woworuntu disela pembukaan Sosialisasi dan Advokasi Imunisasi Pentavalen yang turut dikerjasamakan dengan Global Allians Vaksin and Communication (Gavi) dari Swiss.
Kegiatan yang berlangsung sehari, Sabtu (12/9) pagi di gedung serbaguna Adijaya Sungguminasa itu, dibuka Pj Bupati Gowa diwakili Kepala Bappeda Gowa, Andi Kumala A Idjo dan turut dihadiri Pimpinan Pusat Muslimat NU, Hj Roosmani Soedibyo, Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulsel, dr Hj Niril Fuadi, Kadis Kesehatan Sulsel diwakili Kepala Promkes, Hariamin serta Pimpinan Cabang Muslimat NU Gowa, Farida.
Dikatakan dr Wienra, dilibatkannya Muslimat NU dalam advokasi dan sosialisasi Imunisasi Pentavalen ini karena jaringan kelembagaan Muslimat NU dari pusat hingga ke tingkat kabupaten sangat dominan.
“Karena itu kami percaya sosialisasi ini bisa cepat menyebar ke masyarakat melalui peran para anggota majelis taklim yang menjadi binaan Muslimat NU ini. Dan kami berharap program nasional ini bisa terlaksana sesuai harapan,” urai dr Wienra.
Pimpinan Pusat Muslimat NU, Hj Roosmani Soedibyo menjelaskan, khusus di Sulsel kegiatan ini digelar pada dua titik yakni di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
“Tujuan yah kita mau program imunisasi pentavalen ini dapat tersebar menyeluruh ke masyarakat sehingga masyarakat bisa paham betul pentingnya imunisasi ini terhadap anak balitanya sehingga kita pastikan tidak ada lagi ibu-ibu yang buta tentang kesehatan balitanya,” terang Roosmani.
Kegiatan yang pesertanya meliputi pengurus cabang dan anak cabang Muslimat NU di Kabupaten Gowa, juga menghadirkan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, petugas Puskesmas serta unsur media cetak dan elektronik.
Dikatakan Roosmani, keterlibatan para anggota majelis taklim ini intinya mereka akan mengajak ibu-ibu untuk mengikuti imunisasi. “Kita cuma bertugas menggaet umat masyarakat agar informasi program ini tersebar ke masyarakat,” tambahnya. (sar)
Gowa-Swedia Jajak Kerjasama Investasi SDM Seperempat Abad
GOWA, BKM — Kedutaan Besar Swedia yang diwakili oleh Eddy Fonyodi mengatakan, negaranya sementara menjajaki bakal kerjasama dengan Indonesia. Hal itu diutarakan Eddy saat menemui Pj Bupati Gowa, HM Sidik Salam di kantor Bupati Gowa, Jumat (11/9) sore.
Menurut Eddy, Kabupaten Gowa menjadi dalah satu daerah dari sejumlah provinsi kabupaten di Indonesia yang menjadi target kerjasama tersebut.
Di Gowa kata Eddy sesaat disambut hangat Sidik Salam bersama Sekkab H Muchlis dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Gowa, pihaknya telah bertemu dengan Presiden RI, Jokowi dan menteri-menterinya untuk melakukan kerjasama lebih dekat dengan Indonesia.
“Selain Gowa ini, kami juga berkunjung ke beberapa daerah bertemu dengan pimpinan daerah, LSM dan Parpol untuk melihat secara langsung kemungkinan untuk bekerjasama di bidang pendidikan, perdagangan, politik dan sumber daya air,” kata Eddy.
Menyikapi alasan kunjungan ini, Sidik Salam pun memberikan gambaran berbagai potensi yang dimiliki Gowa antara lain bidang pendidikan yang selama ini menjadi tranding topic pemerintahan.
Dikatakan Sidik Salam, pemerintah kabupaten menyelenggarakan beragam kebijakan untuk memberi kesempatan kepada semua rakyat untuk dapat bersekolah secara gratis dan berkelanjutan yang dituangkan melalui berbagai program inovasi mulai pendidikan gratis, Wajar 9 tahun, sistem kelas tuntas berkelanjutan, investasi SDM seperempat abad, mata pelajaran Imtaq.
Dalam dialog Eddy dengan Bupati Gowa ini, berkembang beberapa peluang kerjasama yang dapat dikembangkan diantaranya penyediaan air bersih di daerah pengunungan, pemberian beasiswa kepada murid yang ingin belajar ke Swedia, pemberian kesempatan magang bagi pengusaha kecil lokal.
Sekkab Gowa, H Muchlis menjelaskan isu penyediaan air bersih menjadi hal menarik dalam pembicaraan tersebut. ” Di Gowa masih ada beberapa daerah terutama di ketinggian yang kesulitan dengan air bersih. Mungkin dengan teknologi yang dimiliki oleh Swedia bisa diterapkan di Gowa,” kata mantan Kepala Bappeda Gowa ini.
Hal yang menarik lainnya yang memungkinkan dikerjasamakan dengan Swedia adalah pendidikan. Menurut Muchlid, program investasi SDM 25 tahun dengan memberi kesempatan kuliah kepada putra putri Gowa di universitas bisa lebih dikembangkan. Saat ini, timpal Eddy, di Swedia ada sekitar 200 mahasiswa Indonesia mendapatkan beasiswa untuk belajar di beberapa universitas yang tersebar di negara tersebut.
” Akan menjadi suatu yang menarik jika Pemkab Gowa memiliki kerjasama di bidang pendidikan. Kami akan mempersiapkan siswa Gowa untuk bisa ikut bersaing mendapatkan beasiswa ke Swedia ini,” tambah Sidik Salam. (sar)