SIDRAP, BKM — Dua pemuda, Agus (25) dan Asrul (27) menjadi korban pemarangan seorang pria misterius di Jalan AP Pettarani, depan SMKN 1 Sidenrreng, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sabtu (12/9) pukul 23.45 Wita.
Belum diketahui apa motif pemarangan ini. Apalagi, usai menebas tangan kedua warga Pangkajene ini, pria tersebut langsung melarikan diri.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa ini bermula ketika kedua warga Pangkajene ini baru saja pulang dari lokasi sebuah kafe di Kecamatan Watang Pulu. Keduanya diduga dalam kondisi mabuk.
Keduanya lalu mampir di depan SMKN 1 Sidenreng. Keduanya sempat berbicara dengan seorang pria. Namun tiba-tiba, pria yang ditemani berbicara marah. Belum ditahu apa penyebab sehingga pria misterius tersebut marah. Pria tersebut langsung mengambil sebilah parang dan mendatangi keduanya.
Pria itu langsung memarangi Asrul di bagian tangan kanannya dengan kuat. Akibatnya tangan Asrul hampir putus. Agus, rekan Asrul malam itu berusaha membantu. Namun, Agus juga diparangi pria tersebut.
Saat diparangi, Agus menangkis tebasan parang pria tersebut. Akibatnya, tangannya ikut terkena sabetan parang juga nyaris putus. Usai memarangi Agus, pria tersebut langsung melarikan diri.
Warga yang mendengar suara gaduh langsung keluar rumah. Mereka melihat kedua korban tergeletak. Asrul tergeletak di lokasi pertama mereka berhenti. Sedangkan Agus ditemukan terkapar 50 meter dari lokasi Asrul atau di Jalan Syarif Alqdri. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Nene’ Mallomo.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih dirawat di rumah milik pemerintah ini.
Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Naulifar Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Indra Waspada Yudha membenarkan peristiwa pemarangan itu. Sejauh ini, kata Indra, pihaknya masih mengejar tersangka yang identitasnya sudah diketahui.
“Pelaku masih dikejar dan identitasnya sudah kami ketahui. Anggota tengah mengejar tersangka yang kebetulan melarikan diri keluar Sidrap,” ungkap Indra, via selulernya, Minggu (13/9).
Menurut Indra, untuk sementara kasus pemarangan ini disimpulkan terjadi kesalahapahaman terhadap pelaku dengan korban. (ady/b)