Site icon Berita Kota Makassar

Rumah Adat Sulbar di TMII Terbengkalai

JAKARTA, BKM — Anjungan rumah adat Sulbar yang ada di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII) Jakarta, kondisinya sangat memprihatinkan. Hal ini telah menggugah perhatian dari kalangan legislator Sulbar. Dua wakil ketua DPRD Sulbar, masing-masing H Hamzah Hapati Hasan dan H Harun mengunjungi anjungan ini.
Dari hasil pertemuan yang dilakukan kedua unsur pimpinan DPRD Sulbar ini bersama Kepala UPTD Taman Mini untuk Anjungan Sulbar, Hj Aminah dan PPK, pada UPT Anjungan Sulbar Dinas Pemuda dan Pariwisata Sulbar, Astuti Widya Ningsi, Kamis (10/9), terungkap, terbengkalainya pengelolaan anjungan ini dikarenakan minimnya anggaran yang ada dalam pengelolaan Anjungan Sulbar di TMII ini.
Aminah menjelaskan, pada tahun anggaran 2015 ini, pihak UPTD Taman Mini hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp99 juta. Jumlah ini tentu sangat minim untuk melakukan even maupun program untuk kepentingan yang harus dilakukan di Anjungan TMII pada rumah adat Sulbar.
”Memang perlu ada tambahan dana untuk pengelolaan rumah adat Sulbar ini,” kata Astuti Widya Ningsi.
Dengan terbatasnya jumlah anggaran yang dimiliki, tambah Aminah, maka pengelola Anjungan Rumah Adat Sulbar, sangat susah untuk ikut berpartisipasi dalam even yang digelar pengelola TMII di Jakarta ini. ”Bahkan, kami telah beberapa kali mendapat teguran baik secara lisan maupun tertulis dari Direktur TMII ini,” aku Aminah.
Diungkapkan pula, Direktur TMII pernah pula menyampaikan kepada pengelola anjungan Rumah Adat Sulbar, jika Pemprov Sulbar tidak mampu melakukan perbaikan dan perawatan Rumah Adat Sulbar yang ada di TMII, maka mereka siap memediasi dengan kementerian terkait. ”Mereka juga menyampaikan agar hal ini disampaikan juga kepada pimpinan pemerintahan di Sulbar,” jelasnya.
Mendengar hal tersebut, baik Hamzah Hapati Hasan maupun Harun mengatakan, kalau mereka akan berupaya agar anggaran dalam pengelolaan anjungan Rumah Adat Sulbar di TMII dapat ditambah. Dengan anggaran yang hanya Rp99 juta, menurut Hamzah, sangat minim. Dan tentu pengelolaannya tidak akan bisa maksimal.
Selain minim anggaran, anjungan Sulbar ini juga minim fasilitas pendukung. Dengan adanya teguran dari pihak pengelolan TMII di Jakarta, tentunya menjadi perhatian bagi dinas terkait di Sulbar. Yakni dengan mengusulkan tambahan anggaran pada rumah adat Sulbar ini. Sehingga bisa dilakukan perbaikan dan perawatan.
”Kami siap memberi dukungan dalam penambahan anggaran untuk Anjungan Rumah Adat Sulbar di TMII Jakarta. Sehingga bisa dilakukan perbaikan dan perawatan. Termasuk menambah sarana dan prasarana pendukung,” ujar Hamzah. (ala/mir/c)

Exit mobile version