Site icon Berita Kota Makassar

Anggaran Habis, Proyek MCK dan Pasar di Balla Terbengkalai

Ketgam: BKM/DARMAN ARDI TERBENGKALAI -- Proyek sanitasi MCK di Kecamatan Balla yang dibiarkan terbengkalai dan tidak dapat digunakan. Ironisnya, anggaran pembangunannya telah habis.

Ketgam: BKM/DARMAN ARDI TERBENGKALAI -- Proyek sanitasi MCK di Kecamatan Balla yang dibiarkan terbengkalai dan tidak dapat digunakan. Ironisnya, anggaran pembangunannya telah habis.

MAMASA, BKM — Proyek sanitasi MCK (Mandi Cuci Kakus) Dusun Tumanke, Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Proyek ini dikerjakan salah satu CV di Kecamatan Balla dengan anggaran sebesar Rp300 juta lebih. Proyek MCK yang dibiayai lewai APBD Mamasa tahun 2012 ini, sejak selesai sampai saat ini tidak dapat difungsikan.
Pasalnya, proyek MCK ini tidak memiliki sumber air. Sementara, pihak rekanan tidak bertanggung jawab terhadap proyek tersebut. Dimana, sejak selesai sampai sekarang tidak dapat difungsikan. Karena tidak ada sumber air. Ironisnya, pihak rekanan tidak bertanggung jawab terhadap proyek tersebut.
Bangunan MCK ini dibengkalaikan. Semua pintu hingga kloset sudah rusak. ”Proyek MCK di Balla ini sepertinya dikerjakan asal jadi saja. Buktinya, setelah selesai dibangun, tidak juga kunjung dapat difungsikan,” ujar salah seorang warga Dusun Tumangke yang enggan disebutkan namanya kepada BKM di Mamasa beberapa hari lalu.
Masih menurut warga ini, bukan hanya proyek MCK yang bermasalah di Balla. Tapi juga proyek pembangunan pasar. Sama seperti bangunan MCK, pasar ini pun tidak dapat difungsikan. Padahal, pembangunannya telah menelan anggaran melalui APBD Mamasa tahun 2009 yang mencapai ratusan juta rupiah.
”Anggarannya sudah habis untuk membiayai pembangunan pasar. Tapi saat ini, pasar telah menjadi hutan. Atap pasar sudah habis dijarah warga. Biaya pembangunannya diduga di mark up, sehingga terbengkalai. Pihak kontraktor harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Camat Balla, Paulus SH ketika dikonfirmasi terkait kedua bangunan yang terbengkalai ini, mengatakan, khusus untuk Pasar Balla, sedianya akan direlokasi ke tempat lain. Minimal di jalan poros Kecamatan Balla. Tapi lokasinya tidak ada. Diakui, ada beberapa bagian dari bangunan pasar itu dibongkar karena akan digunakan untuk membuat panggung upacara. Namun rencana itu tidak jadi. Sehingga dikumpul di kantor Desa Balla Satanetean saja.
”Kalau soal MCK di Balla, memang tidak berfungsi karena memang perencanaan dari awal tidak matang,” akunya.
Sementara itu, Sekretaris LSM Anti Korupsi Indonesia (Akindo) Sulbar, Andi Waris Tala, kepada BKM, kemarin, menegaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaporkan dua proyek di Kecamatan Balla yang sangat merugikan masyarakat setempat, yakni proyek pasar dan MCK. Karena sampai saat ini, kedua bangunan tersebut tidak dapat digunakan dan terbengkalai.
”Kami kumpul bahan dulu untuk dijadikan bukti untuk membawa kedua proyek ini ke ranah hukum. Terutama proyek pembangunan pasar yang anggarannya diduga telah dimark up,” terangnya. (dar/mir/b)

Exit mobile version