BARRU, BKM — Penipuan melalui jaringan handphone kembali memperdayai dua warga Kabupaten Barru. Korban pertama adalah Rosdiana yang berdomisili di Kecamatan Tanete Riaja. Ia mengaku rekeningnya dibobol hingga menderita kerugian sekitar Rp27 juta.
Sehari kemudian, mantan Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Barru Hj Norma juga terpaksa harus merelakan uangnya sejumlah Rp30 juta, setelah diminta oleh salah seorang penelepon untuk melakukan transfer karena dijanji akan diberikan dana bantuan pembangunan SDLB.
Kedua peristiwa ini sama-sama bermotif penipuan dan memperdayai korban melalui handphone dan mengeruk todal dana sebesar Rp57 juta. Tetapi modusnya berbeda.
Rosdiana ditipu dengan cara nomor rekeningnya di salah satu bank dibobol oleh pelaku, setelah dijanji bahwa anaknya yang sementara kuliah di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan diberikan beasiswa.
Diapun rela memberikan nomor rekeningnya saat diminta oleh pelaku yang beralasan kalau nomor rekening pertama sebagai tebusan untuk memperoleh beasiswa sebesar Rp 2 juta.
Lolos dari permintaan pertama, pelaku kembali meminta nomor rekening lain lagi untuk tambahan beasiswa sebanyak Rp1,5 kuta. Korban kemudian meminjam nomor rekening keluarganya dan mengirimkan kepada pelaku.
Di depan penyidik Polsek Tanete Riaja, Rosdiana mengaku kalau di rekening pertama yang dikirim, telah dibobol sebanyak Rp12 juta. Sementara pada nomor rekening kedua dibobol Rp15 juta. Sehingga jumlah uang Rosdiana sekeluarga yang dibobol sebesar Rp27 juta.
Sementara Hj Norma yang sebenarnya sudah tidak menjabat lagi sebagai kepala SDLB Barru karena sudah memasuki masa pensiun, mengaku menerima telepon bahwa bekas sekolahnya akan kembali menerima dana bantuan untuk pembangunan dan rehabilitasi.
Pelaku yang menelepon itu mengaku sebagai salah seorang pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Barru, hingga akhirnya Rosdiana percaya. Dia sepertinya lupa kalau sudah pensiun, sehingga secara tidak sadar menuruti saja permintaan pelaku yang menyuruhnya melakukan transfer uang sebesar Rp30 juta.
“Nanti saya sadar setelah uang sudah dikirim melalui proses transfer. Suami saya bilang kamu itu sudah ditipu,” aku Norma.
Kapolsek Tanete Riaja AKP Sahyuddin yang dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan warga yang mengaku ditipu melalui handphone dan simpanannya dibank dibobol oleh seseorang mengaku bisa menguruskan beasiswa untuk anaknya yang sedang kuliah di Unismuh Makassar.
“Pelapor sudah dimintai keterangannya. Penyidik kami juga sudah meminta rekening koran korban dari Bank BRI. Jadi kasus ini masih dalam proses lidik,” kata Sahyuddin.
Sementara Kapolsek Barru Kompol Darwis mengaku belum menerima laporan dari seseorang yang mengaku ditipu oleh penelepon, sehingga uangnya sebesar Rp30 juta ditransfer kepada pelaku penipuan. “Belum ada laporan seperti itu yang masuk ke Polsek Barru,” tulis Darwis melalui pesan singkat. (udi/rus/b)