MAKASSAR, BKM — Seorang polisi Patroli Jalan Raya (PJR) bernama Ipda Casman melakukan aksi heroik dengan melumpuhkan seorang begal motor yang kedapatan beraksi di Jalan Pelita Raya, Makassar, Senin (14/9) sekitar pukul 15.00 Wita. Dengan kemampuan ilmu bela dirinya, Casman menjatuhkan seorang begal motor dari atas motor dan menjatuhkan parangnya.
Berkat aksi heroik ini, satu dari dua pelaku begal motor yakni Andrestu Hamzah (17) berhasil ditangkap. Bahkan, pemuda yang siang kemarin mengenakan kemeja coklat ini nyaris dihakimi warga.
Beruntung Andrestu diamankan beberapa warga dan polisi di Warung Kopi (Warkop) Dg Anas. Beberapa saat kemudian, Andrestu digiring ke Mapolsek Rappocini di Jalan Sultan Alauddin.
Aksi heroik Ipda Casman ini bermula ketika Andrestu bersama rekannya hendak membegal seorang wanita yang mengendarai motor. Saat di Jalan Pelita Raya, motor yang dinaiki Andrestu sengaja menabrak motor korbannya.
Aksi ini berhasil dilakukan Andrestu. Ia pun turun dari motor dan berpura-pura menolong. Tapi, tujuan keduanya adalah merampas tas milik korban.
Namun, di saat bersamaan seorang pengayuh becak bernama Cikuk juga hendak menolong korban yang terjatuh. Tidak senang dengan kehadiran Cikuk, Andreastu dan rekannya malah mengarahkan panah yang dilontarkan dengan busur (ketapel) ke arah Cikuk. Pengayuh becak ini pun tidak berani mendekat.
Rupanya aksi para begal jalanan ini disaksikan Ipda Casman yang saat itu sedang menikmati kopi di Warkop Dg Anas. Casman lalu berdiri di pinggir jalan saat Andreastu dan rekannya hendak melarikan diri.
Dengan cekatan, Ipda Casman mengadang dua pembegal ini. Ia pun memukul keduanya. Namun, yang jatuh adalah Andreastu. Sedangkan rekannya berhasil melarikan diri.
Rupanya anak muda berusia 17 tahun ini membawa parang. Ia pun mengayunkan parang ke arah Ipda Casman.
Sang polisi yang sudah dibekali ilmu bela diri di kesatuannya juga melancarkan serangan. Sebelum parang itu mengenainya, Ipda Casman berhasil memukul tangan pelaku hingga parangnya jatuh.
Warga yang menyaksikan kejadian ini langsung datang bergerombol. Ada yang langsung mengamankan parang pelaku. Dan sebagian besar langsung menangkap pelaku.
“Saya sementara minum kopi, tiba-tiba saya lihat pelaku sengaja menabrak korbannya,” kata Casman kepada wartawan.
“Saat itu saya mengadang para pelaku dan salah satunya mengayunkan parang ke saya. Tapi pukulanku lebih dulu mengenai tangannya hingga parang pelaku jatuh,” kata Casman lagi.
Saat diinterogasi di Warkop Dg Anas, Andrestu mengaku jika ia bersama rekannya memang melakukan aksi begal. Dalam beraksi, katanya, ia memang selalu sengaja menabrakkan motornya ke korban hingga korban jatuh. Kadang juga melakukan aksi jambret.
Pelaku saat itu langsung dibawa ke Polsek Panakkukang. Namun, lantaran tempat kejadiannya berada di wilayah Polsek Rappocini, pelaku lagsung dibawa ke Polsek Rappocini.
Kapolsek Rappocini, AKP Muari yang dikonfirmasi mengaku jika ia telah mendapatkan informasi seorang begal motor berhasil ditangkap di Jalan Pelita Raya.
“Anggota kami sudah ke Polsek Panakkukang untuk menjemput pelaku. Selanjutnya kami akan melakukan pemeriksaan untuk menangkap salah satu rekannya yang berhasil lolos,” kata Muari.
Begal Motor Makin Meresahkan
Aksi begal motor kian meresahkan masyarakat. Mereka beroperasi tidak kenal waktu, baik siang, malam, subuh, maupun pagi.
Padahal, sebagai Kota Metropolitan Makassar, aktifitas warganya nyaris 24 jam. Aksi begal yang kian marak otomatis membuat masyarakat merasa ketakutan untuk beraktifitas di luar rumah.
Menyikapi kondisi itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto lebih serius menjaga keamanan kota Makassar.
Dia menjelaskan, aman tidaknya Kota Makassar bisa menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan.
“Wali Kota harus lebih aktif lagi membantu polisi jaga daerah,” jelas Syahrul di Kantoe Gubernur Sulsel, Senin (14/9).
Dia juga mengimbau lurah maupun camat bisa memantau wilayahnya secara intensif untuk memastikan daerahnya aman dan terkendali.
Senada dengan gubernur, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang minta Pemkot Makassar bisa menangani tindakan begal yang meresahkan karena membuat masyarakat ketakutan.
Dia meminta Pemkot Makassar lebih intens bekerjasama dengan kepolisian untuk menjaga keamanan kota, terutama di malam hari.
Dia juga meminta Polrestabes Makassar meningkatkan patroli di jalan-jalan, khususnya yang menjadi zona merah dimana kerap terjadi aksi begal.
Dia yakin polisi bisa memetakan daerah rawan di Kota Makassar.
Masyarakat Makassar juga diminta terlibat untuk menjaga keluarganya. Dia menilai, aksi begal yang terjadi selama ini banyak dilakukan oleh anak di bawah umur.
“Itu kemungkinan besar terjadi adalah karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di lingkungan sosialnya,” ungkap Agus. (ish-rhm/b)
