MAROS, BKM — Kepolisiaan sektor Tanralili tengah membidik dugaan korupsi pemanfaatan dan pembagian hewan ternak sapi tahun anggaran 2014 yang dikelola Dinas Peternakan, Perikananan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Maros.
Kapolsek Tanralili Iptu Sabang Disa kepada wartawan mengakui kasus dugaan penyaluganaan penyaluran bantuan sapi ternak untuk kelompok Tani Ambulusibatang yang beralamat di wilayah Tanralili diduga sarat korupsi.
Untuk membuktikan hal tersebut pihak polsek telah melakukan peyelidikan kasus dugaan tersebut. “Kami baru melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut,” jelas Kapolsek.
Ditambahkan Kapolsek, dugaan ini terkait dengan pengaduan masyarakat kepada petugas. Penyidik Polsek Tanralili menjelaskan prosudur pembagian sapi ternak kepada anggotanya diduga sarat korupsi. Namun demikian kami dari Polsek masih mempelajari adanya dugaan kesalahan prosudur yang dilakukan oknum yang terlibat dalam kasus ini.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan petugas,” kata Kapolsek.
Kapolsek menambahkan sudah ada tiga saksi dari kelompok tani yang kami diperiksa untuk diambil keteranganya. Hasil pemeriksaan ini belum dapat kami tigkatkan menjadi penyidikan. Mengingat petugas dari Dinas Peternakan Perikanan dan kelautan belum kami periksa.
Bila nantinya hasil pemeriksaan dari petugas Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan sudah diperiksa dan memenuhi unsur ada kesalahan prosudur yang mengakibatkan kerugian negara maka kasus ini kami akan tingkatkan menjadi penyidikan.
“Kami akan panggil petugas dari dinas peternakab perikanan dan kelautan sebagai saksi,”kata Kapolsek.
Bila kasus ini kata Kapolsek sudah memenuhi unsur adanya dugaan Kurupsi maka kasus ini kami akan limpahkan ke unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Maros untuk ditindak lanjuti,”Kalau sudah ada dugaan Kurupsi dalam kasus ini maka kami akan limpahkan ke unit Tipikor Polres Maros,” tutup Kapolsek.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakanan Perikanan dan Kelautan Maros Musyawara yang dihubungi wartawan berjanji akan mempelajari masalah tersebut. Proyek bantuan peternakan sapi tahun anggaran 2014 ke kelompok peternak berjalan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala bidan.”Saya belum menjabat saat proyek penyaluran sapi ternak tersebut,” jelas Musyawara.
Kendati demikian, kata Musyawara kami tetap proaktif akan memberikan keterangan kepetugas bila kami dipanggil. Tapi untuk saat ini kami akan buka data data yang ada saat penyaluran bantuan.”Kami siap dipanggil Polisi jika diminta untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut,”janji Musyawarah. (ari/C)