SENGKANG, BKM — Pesta panen yang digelar di Dusun Ujekkessi, Desa Lauwa, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo berakhir berdarah. Abidin (55), warga Ujekkessi Desa Lauwa, Kecamatan Tanasitolo ditemukan meregang nyawa, Selasa (15/8) dinihari setelah dibunuh rekannya Muhammad Elias alias La Kelli (27).
Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, sebelum kejadian korban dan tersangka pesta minuman keras (miras) tak jauh dari pesta panen yang digelar warga. Pesta ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur.
Namun, tanpa diketahui penyebabnya, usai pesta miras pelaku tiba-tiba naik pitam. Korban yang ingin menenangkan emosi pelaku justru menjadi sasaran amarah. Pelaku yang membawa golok serta badik langsung menusuk serta menebas korban hingga tewas. Korban mengalami luka bacokan serta tusukan badik di bagian perut, dada dan lengan kiri.
Kapolsek Tanasitolo AKP Agusman mengatakan, dari informasi saksi, korban dan pelaku bersama rekannya memang melakukan pesta miras di acara panen raya. Karena terpengaruh minuman keras, pelaku tersulut emosinya dan mengeluarkan badik.
Korban yang hendak menenangkan pelaku ditusuk pelaku hingga tersungkur. Melihat korban tersungkur, pelaku pun melarikan diri.
“Saat ini tersangka masih dalam pengejaran. Kami sudah mendatangi rumahnya namun tersangka tak ada di tempat,’ujar Agusman.
Sementara itu, tangis histeris keluarga korban pecah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukkelleng Sengkang. Keluarga korban bernama Mina mengaku terakhir bertemu dengan korban dua hari yang lalu.
“Dia ke rumah dan masih sempat traktir bakso ke semua orang pada hari itu,” katanya.
Saat pertemuan terakhirnya itu, Abidin sempat berkata jika waktu meninggalnya sudah dekat dan sebelum tiba masa itu, semua mau ditraktir bakso. Jenazah Abidin kemudian dibawa pulang dan pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. (ilo/cha/b)