GOWA, BKM — Armada kebakaran (damkar) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dinilai tidak siap menghadapi bencana kebakaran di wilayahnya. Hal ini terlihat dengan jumlah damkar hanya tiga unit. Bahkan, dari tiga unit damkar ini, usianya sudah relatif tua. Ketiga damkar ini tidak akan mampu melayani wilayah Kabupaten Gowa yang sangat luas.
Seandainya armada kebakaran siap, beberapa pihak menilai, kebakaran akan cepat bisa diatasi. Akhirnya, untuk mengatasi hal ini, dua malam lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga menurunkan puluhan armadanya untuk memadamkan kobaran api di Pasar Sungguminasa.
Calon Wakil Bupati Gowa, Wahyu Permana Kaharuddin yang malam itu berada di lokasi kebakaran pukul 23.30 Wita agak sedih melihat mobil damkar milik Pemkab Gowa.
“Bagaimana apinya cepat redah, kalau airnya kurang kencang. Sepertinya alatnya sudah tua, padahal mobil kebakaran sudah standby sejak api belum terlalu besar,” ujar wakil Andi Maddusila ini.
Buruknya peralatan yang dimiliki damkar Gowa juga disampaikan pasangan Sjahrir Sjafruddin-Anwar usman (DjamanTA). “Kinerja damkar harus dievaluasi, terutama personil, kendaraan dan sumber daya lainnya. Selain itu, personilnya juga kurang terlatih,” ujar Anwar.
Kadis Sosial Nakertrans Gowa yang menjadi penanggungjawab armada Damkar Gowa, H Syamsuddin Bidol yang dihubungi kemarin mengatakan, mengakui jika armada pemadam kebakaran Kabupaten Gowa hanya tiga unit. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya sesuai dengan protap dengan turun langsung ke lokasi kebakaran sejak kemarin pada saat terjadinya kebakaran. Hanya saja diakuinya pihaknya sempat kewalahan memadamkan api karena hanya memiliki tiga unit armada pemadam.
“Kami hanya memiliki tiga armada itupun hanya dua unit yang berfungsi menyemprot sedang satunya berfungsi menyedot air cadangan,” kilah kadis.
Syamsuddin menjelaskan, api baru bisa dipadamkan oleh petugas Damkar pada pukul 03.00 Wita setelah mendapat bantuan dari damkar Pemkot Makassar.
Dari hasil evakuasi, kata dia, beberapa orang sempat mengalami luka-luka saat kebakaran berlangsung yakni juri parkir pasar bernama Rahman (40) luka pada bagian punggung, serta Arsyad (35) salah seorang pemilik kios yang berusaha menyelamatkan barang-barang dagangannya. Kedua korban ini mengalami luka di bagian kepala karena ditimpa reruntuhan. Keduanya dilarikan ke RSU Syekh Yusuf Sungguminasa. Korban lainnya afalah Alif (21) petugas pemadam saat menyemprotkan air ke kobaran api. Alif mengalami luka di bagian bahu dan tangan.
Sementara itu, Dari hasil pendataan yang dilakukan pihak Pemkab Gowa, tercatat sebanyak 700 kios dan lapak di Pasar Sentral Sungguminasa yang ludes dilalap api, Selasa malam lalu.
Mengadu ke Sekkab
Para korban kebakaran mendatangi kantor Pemkab Gowa untuk menemui Pj Bupati Gowa, HM Sidik Salam mengadukan nasib mereka, Rabu (16/9).
Kedatangan sejumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran ini hanya diterima Sekkab Gowa, H Muchlis di ruang kerjanya.
Kepada Sekkab, perwakilan pedagang, Muchtar meminta izin kepada pemerintah untuk membangun kios darurat dengan menggunakan median jalan demi menyambung hidup para pedagang yang menjadi korbankebakaran sekaligus bantuan Pemkab Gowa untuk membangun kios menjelang Hari Raya Idhul Adha.
Muchlis sangat apresiasi keinginan para pedagang yang menyampaikan masukan dan akan berkoordinasi dengan Penjabat Bupati Gowa.
Sekkab juga mengatakan bahwa untuk merenovasi pasar dalam waktu singkat agaknya sulit sebab Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2015 sudah memasuki tahap pembahasan di DPRD Gowa. Namun demikian, pihaknya mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait, diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gowa dan Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Gowa untuk menelusuri kemungkinan dibangunnya lods darurat bagi para pedagang.
Muchtar dan para pedagang mengaku bisa memaklumi kondisi yang dihadapi Pemkab Gowa saat ini, untuk itu, Muchtar dan kawan-kawan akan berusaha membangun sendiri lods darurat untuk berjualan, khususnya menjelang Idhul Adha yang tinggal seminggu lagi.
“Mau diapami, kalau Pemkab memang belum punya dana untuk membuatkan kami pasar darurat, biarlah kami yang berusaha membuat sendiri, yang penting ada restu dari Pemkab untuk kami menggunakan median jalan untuk berjualan sementara,” ujar Muchtar.
Pasar sentral yang terletak di Jalan Wahid Hasyim itu merupakan pasar sentral pertama di Kabupaten Gowa dan kondisinya sudah sangat padat dan kumuh, selain memacetkan arus lalu lintas di jantung kota itu, juga kondisi pasar ini sangat jorok akibat sampah yang berserakan dan menimbulkan bau.
Pasar ini terakhir mengalami kebakaran pada tahun 1993 dan pernah direnovasi oleh Pemkab Gowa, hingga kini belum ada kepastian, apakah pasar itu akan dibangun kembali.
Seperti diberitakan, Kompleks Pasar Sentral Sungguminasa yang terletak di jalan KH Wahid Hasyim Sungguminasa, Kabupaten Gowa terbakar pukul 21.00 Wita, Selasa (15/9) malam.
Armada Damkar Kabupaten Gowa yang melakukan pemadam cukup kewalahan lantaran volume api cukup dahsyat sehingga armada Damkar Kota Makassar pun ikut membantu. Kompleks pasar yang tidak berpenghuni di malam hari itu membakar habis semua kios jualan dalam beberapa petak lods. Pasar yang sudah berusia puluhan tahun itu memang sudah terbilang tua. Kios-kios yang ada rata-rata berbahan kayu sudah lapuk sehingga api mudah menjilat.
Dg Ngitung, warga setempat kepada media mengatakan, pasar terlihat terbakar saat dia bersama sejumlah warga lainnya baru keluar Masjid Jami’ Sungguminasa usai shalat Isya berjamaah. Masjid tersebut berhadapan dengan kompleks pasar yanh terpisahkan oleh jalan raya selebar 7 meter.
“Terlihat tiba-tiba di bagian tengah pasar ada cahaya sangat terang. Ternyata lama kelamaan cahaya itu beribah jadi kobaran api yang semakin membesar. Spontan warga yang ada di sekitar pasar kalang kabut,” kata Dg Ngitung.
Ratusan warga yang datang membludak ikut membantu armada Damkar. Begitu pula petugas dari Polres Gowa dan Polsek Somba Opu serta TNI dari Kodim 1409 Gowa terlihat bahu membahu memadamkan api yang makin menjulang ke udara.
Dari sejumlah saksi mata yang berada dekat pasar tak berani memastikan sumber api dari mana. “Kami tidak tahu asal api. Tapi kemungkinan korslet karena memang rata-rata jaringan kabel di bagian dalam pasar sudah tua begitu juga bangunan kios-kios yang rata-rata dari kayu dan tripleks,” jelas Dg Ngasih, warga dekat pasar.
Pihak Polres Gowa yang dihubungi belum memberikan jawaban tentang asal sumber api. Paur Humas Polres Gowa, Iptu Isyamsah yang dikonfirmasi mengatakan peristiwa kebakaran ini masih dalam penyelidikan.
Penjabat Bupati Gowa, Sidik Salam yang berada di sekitar kejadian mengaku bila Pemkab telah membentuk posko di sekitar lokasi kebakaran. “Posko nantinya akan mendata berbagai hal, termasuk jumlah kerugian yang dialami para pedagang,”ujar Sidik.
Kadis Diknas Sulsel ini tak ingin memberikan argumen soal motif terbakarnya pasar tersebut. “Kalau soal motif biarlah aparat kepolisian yang bekerja,”jelas Sidik didampingi Sekkab Gowa Muhlis dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Taufiq Mursyad.
Ketiga pejabat pemkab Gowa baru meninggalkan lokasi kebakaran saat jarum jam menunjukkan pukul 02.45 dinihari.