Site icon Berita Kota Makassar

Kapolda: Kalau Bisa Lumpuhkan, Lumpuhkan…!

Kapolda: Kalau Bisa Lumpuhkan, Lumpuhkan...!

MAKASSAR, BKM — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol Pudji Hartanto akhirnya mengeluarkan pernyataan tegas soal aksi begal motor yang semakin beringas di Makassar. Pudji menginstruksikan semua polisi di Polrestabes dan Polsek segera mengaktifkan kembali Tim Buru Sergap (Buser) untuk memberantas begal motor.
”Tim Buser tahu apa yang harus dilakukan. Kalau bisa dilumpuhkan ya lumpuhkan…,” tegas Pudji saat dicecar wartawan soal langkah pengamanan aksi begal motor, Rabu (15/9) siang.
Belum diketahui apa yang dimaksud Kapolda dalam melumpuhkan para begal. Apakah dilumpuhkan dengan cara ditembak saat diketahui melakukan aksi begal atau dilumpuhkan seperti yang dilakukan Ipda Casman tempo hari di Jalan Pelita Raya. “Tim Buser sudah bisa menjabarkan apa yang saya maksud,” katanya.
Dia mengatakah, akan melakukan tindakan tegas untuk mengatasi begal motor di Makassar. Kapolda ingin melihat Sulselbar aman dari gangguan pelaku kejahatan utamanya pelaku begal.
Tim Buser yang dibentuk, kata dia, nantinya akan terus mobile di daerah yang dinilai rawan tindak kejahatan, termasuk rawan dari aksi begal.
“Kami harus menciptakan rasa aman di masyarakat. Polisi selaku pelayan publik harus terus bekerja keras untuk mewujudkan itu,” katanya.
Pudji juga menghimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan serta ketertiban wilayah masing-masing.
Ditanya soal penindakan, menurut Pudji, anggota Buser yang dibentuk sangat paham serta tahu soal langkah yang ditempuh mengatasi pelaku kejahatan, utamanya pelaku begal.
Menurut laporan yang ia terima, angka kriminalitas khususnya di Makassar selama 2015 terus menurun.
“Alhamdulillah kejahatan di Makassar sudah makin menurun. Namun kami harus terus meningkatkan pengamanan di beberapa titik rawan. Dukungan masyarakat sangat berperan penting dalam mewujuddkan kamtibmas,” tegasnya.
Perintah Kapolda ini ternyata telah ditindaklanjuti oleh seluruh polsek di Makassar. Buktinya, Tim Unit Khusus Polsek Makassar berhasil mennciduk Firman (18), satu dari pelaku begal motor yang sering beraksi di flyover Jalan Urip Sumoharjo.
Firman diamankan bersama tujuh remaja lainnya saat sedang ngumpul di ruas Jalan Abubakar Lambogo, Rabu (16/9) dini hari.
Di hadapan petugas, Firman mengaku selain terlibat aksi begal motor di flyover, dia juga pernah terlibat aksi begal di wilayah Maccini.
“Saya pernah todong orang di flyover dan Jalan Maccini. Saya baru dua kali terlibat Pak. Dari dua lokasi saya hanya dapat 1 ponsel merk Samsung. Ponselnya sudah saya jual. Saya juga sudah lupa orangnya yang beli,” ungkap Firman.
Kanit Reskrim Polsek Makassar, Iptu Rivai kepada BKM mengatakan, pengungkapan pelaku begal setelah Firman terjaring bersama tujuh remaja lainnya saat pihaknya melakukan operasi cipta kondisi di sejumlah kos-kosan di wilayah hukum Polsek Makassar.
Saat itu, kada dia, polisi menerima informasi dari warga yang menemukan kelompok remaja dan diduga melakukan aktivitas mencurigakan di Jalan Abubakar Lambogo.
“Jadi saat kami menerima informasi, saya bersama Tim Unit Khusus lansung ke TKP dan lansung menggerebek kelompok remaja tersebut yang tengah berkumpul di Jalan Abubakar lambogo. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan, satu diantara mereka pernah terlibat aksi begal di flyover,” ujar Rivai.
Rivai mengaku akan mendalami keterangan Firman guna mengungkap jaringan kawanan begal yang sering berkasi di wilayah hukumnya.
Sementara itu, tujuh remaja lain yang ikut diamankan bersama Firman, masing-masing Prio Haryano (21), Sutarno (21), Anugrah (20), Alamsyah (17), Muh Isra (17), Pandi Maulana (16) dan Ruslan (17).
Rivai mengaku, jika ke tujuh remaja tersebut tidak terlibat aksi kejahatan maka segera dilepaskan setelah dilakukan pembinaan.

Dewan Siap Bantu Polisi

Dukungan kepada polisi untuk mengatasi begal motor di Makassar tidak hanya datang dari Wali Kota Makassar. DPRD Kota Makassar juga bahkan siap memberikan bantuan.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Busranuddin Baso Tika mengaku, dewan siap menganggarkan dana hibah untuk membantu aparat kepolisian memberantas aksi begal di Makassar.
“Kita akan bahas bersama anggota dewan lain terkait anggaran tersebut . Masalah begal secepatnya harus diatasi dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” katanya, Rabu (16/9).
Dia menyatakan, adanya bantuan dari Forum Massa bisa menjadi pengamanan sementara.
“Hal ini tidak dapat dituntaskan dengan melibatkan kepolisian saja. Warga masyarakat dari berbagai kalangan juga harus berperan aktif,” katanya.
Sekertaris Komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid mengaku mendukung mengaktifkan forum massa seperti yang dilontarkan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
“Ini langkah bagus untuk membasmi begal. Tapi jangan hanya panas di awalnya saja, setelah itu berhenti lagi,” harapnya. (ihs-ita-ril/cha/b)

Exit mobile version