ENREKANG, BKM — Kontroversi hasil survei Dinas Kesehatan Enrekang yang dilansir beberapa hari lalu, hingga kini makin panas. Komisi III DPRD Enrekang bahkan sudah mengagendakan akan ‘mengadili’ Kepala Dinas Kesehatan dr Marwan Ganoko, 21 September mendatang.
“Kami sudah agendakan akan melakukan hering terkait pernyataan Kadis Kesehatan di media yang menggemparkan,” kata Ketua Komisi III Baktiar Siampa, Rabu (16/9).
Menurut politisi PKS ini, Kadis Kesehatan harus mempertanggungjawabkan pernyataannya terkait survei keperawanan siswa di Bumi Massenrempulu yang warganya dikenal religius. “Pak dokter harus mempertanggungjawabkan pernyataannya,” tegas Baktiar.
Legislator dari Partai Demokrat Umar juga menyesalkan pernyataan Kadis Kesehatan. ”Tidak selayaknya seorang kadis mengeluarkan bahasa seperti,” ujar Umar.
Selain anggota dewan yang ramai-ramai menyesalkan Kadis Kesehatan, hal serupa datang dari Ketua Lembaga Pemerhati Aspirasi Masyarakat Dahlan Kasim. Menurut dia, pernyataan Marwan Ganoko yang menyebutkan bahwa hasil survei Dinkes, 50 persen pelajar SMA di Enrekang sudah melakukan hubungan seksual, telah menciderai perasaan masyarakat di daerah ini yang dikenal sangat agamis.
”Kami sangat menyayangkan seorang Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan hal seperti itu, meski kemudian mengakui kekeliruannya merilis data hasil survei,” tandas Dahlan.
Menyusul kontroversi terhadap pernyataan Kadis Kesehatan yang terjadi belakangan ini, para tokoh Massenrempulu, baik yang ada di luar maupun di dalam Kabupaten Enrekang dibuat resah. Mereka bahkan disebut-sebut telah melayangkan surat protes kepada Pemkab Enrekang dan mendesak bupati untuk mencopot Kadis Kesehatan. (her/rus/b)