MAMASA, BKM — Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi, mengimbau kepada segenap masyarakat Mamasa untuk mau menyadari dengan sungguh-sungguh dampak dan bahaya yang ditimbulkan pembakaran hutan. Hal itu ditegaskan Ramlan dalam amanatnya pada apel bersama PNS lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa, di halaman kantor bupati Mamasa, Senin (14/9).
Ramlan menambahkan, segenap jajaran PNS di Kabupaten Mamasa agar menjadi contoh dalam memelihara lingkungan. Terutama menjaga kelestarian hutan yang menjadi salah satu sumber kekayaan di Mamasa. Pembakaran hutan akhir-akhir ini, disebabkan belum sadarnya masyarakat dalam menjaga hutan.
Untuk itu, bupati menegaskan kepada segenap jajaran PNS agar mereka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga dan tidak membakar hutan. ”Sangat memprihatinkan. Hampir semua sudut hutan di kota Mamasa dipenuhi asap api akibat pembakaran hutan yang tidak diketahui pelakunya,” tegasnya.
Ramlan memerintahkan agar jajaran Polisi Kehutanan Mamasa berperan aktif dalam menjaga hutan yang belum dibakar. Sekaligus bekerjasama dengan dinas terkait dalam memadamkan api yang telah mulai menghabiskan hutan dan lahan di Kabupaten Mamasa. Sementara itu, salah seorang warga yang tidak mau disebutkan identitasnya menyatakan penyesalannya dengan pembakaran hutan yang marak terjadi di Mamasa.
”Pemerintah harus bertanggung jawab untuk mencegah warganya melakukan pembakaran dan pembalakan liar. Kasian anak cucu kita jika kita terus menguras kekayaan alam kita yang telah dipelihara dengan susah payah sejak lama. Saya berharap pemerintah dan pihak keamanan serius menangani persoalan ini,” ujar bapak yang juga berprofesi sebagai PNS di Mamasa. (dar/mir/c)