MAKASSAR, BKM — Sehari setelah Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto memerintahkan melumpuhkan para pelaku begal, Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalate langsung bertindak. Aparat Polsek Tamalate menembak JA, satu dari tiga pelaku begal yang merampok Seniwati (23) di Jalan Andi Tonro, Rabu (16/9) malam.
JA ditembak polisi karena berusaha melawan petugas saat hendak diringkus. Dua rekan JA, yakni FC dan AB juga berhasil ditangkap polisi tak jauh dari lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, Seniwati melapor di Polsek Tamalate tak lama setelah dirampok oleh tiga pelaku. Korban mengungkapkan, saat melintas, ketiga pelaku mencegat dirinya menggunakan busur, badik dan parang. Ia disuruh turun dari motor oleh ketiga pelaku. Pelaku kemudian merampas tas korban berisi laptop dan handphone. Bukan hanya itu, sepeda motor Honda Beat DD 5948 UD milik korban juga dirampas.
Usai merampok, ketiga pelaku langsung kabur. Namun, Seniwati langsung melapor ke kantor Polsek Tamalate.
Kepala Kepolisian Sektor Kota Tamalate, Kompol Suaeb Madjid kepada BKM mengatakan, usai menerima laporan, polisi dipimpin Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate AKP Maulud melakukan pengembangan dengan mengejar ketiga tersangka.
Tak jauh dari lokasi kejadian, ketiga pelaku terlihat sedang berboncengan menggunakan motor korban. Saat melintas di depan kampus YPUP, polisi melakukan pengejaran.
Ketiga pelaku pun disergap. Melihat polisi datang, tersangka JA melarikan diri. Dia pun mengambil parang dan berusaha melawan petugas yang mengepungnya. Melihat ulah nekat tersangka, petugas mengeluarkan dua kali tembakan ke udara. Namun AJ sama sama sekali tidak menggubrisnya. Dengan terpaksa, polisi mengambil langkah tegas dengan menembak kaki kanan AJ. Sekali tembakan, AJ tersungkur ke tanah berlumuran darah. AJ yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dirawat.
Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti hasil kejahatan berupa satu unit sepeda motor DD 5948 UD, HP, parang, badik, busur, sangkur, jam tangan, serta dua kunci Letter T dan satu kunci motor.
Tidak sampai disitu, polisi lagi-agi melakukan pengembangan dan meringkus empat pelaku begal lainnya di Jalan Daeng Ngeppe. Keempat pria itu masing-masing HR, FI, AF dan FA. Tersangka di depan petugas mengaku sudah berkali-kali melakukan aksi penodongan serta perampokan.
Kapolsek Tamalate Kompol Suaib Madjid mengemukakan, kasus ini masih terus dikembangkan untuk menggulung komplotan pelaku begal di Makassar.
Terpisah, Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Pol Andi Husnaini mengatakan, setiap begal yang ditembak sudah melalui prosedur. ”Perintah Pak Kapolda agar pelaku begal ditindak tegas,” katanya.
Beraksi di Domba
Di hari yang sama, para pelaku begal juga beraksi di Jalan Domba, Makassar. Empat pelaku begal berhasil merampok Obet Bongga Pailin (21) dan Tolayu (20), warga Jalan Anoang, Rabu (16/9) malam.
Menurut kedua korban, malam itu keduanya sementara melintas di Jalan Domba. Tiba-tiba empat pemuda mengadang mereka. Salah satu pelaku langsung menghunuskan badik dan lainnya mengancam dengan busur panah.
Beberapa saat kemudian, empat pelaku menyuruh korban untuk turun dari motor dan menyerahkan surat-surat kendaraan. Uang kedua korban juga diambil para begal.
“Saat kami turun, keempat pemuda itu membawa lari motor saya. Tidak hanya motor, dompet yang berisi uang, SIM dan STNK pun mereka bawa lari,” ujar Tolayu dengan lesu. (jul-ish/cha/b)