Site icon Berita Kota Makassar

Disawer Rp30 Ribu, “Anunya” Biduan Bisa Dipegang

Disawer Rp30 Ribu, "Anunya" Biduan Bisa Dipegang

Disawer Rp30 Ribu, "Anunya" Biduan Bisa Dipegang

SIDRAP, BKM — Aksi goyang erotis candoloneg-doleng kembali marak di Kabupaten Sidrap. Padahal, praktik pornoaksi ini sempat meredup pada tahun 2006 setelah sejumlah pelaku candoleng-doleng diseret ke hadapan hukum dan dihukum pidana 4 hingga 7 tahun penjara.

Para biduan yang menjadi pelaku utama aksi tarian erotis itu tidak lagi diiringi house music melalui organ tunggal seperti elekton. Kali ini mereka mempertontonkan auratnya sambil mengikuti alunan irama karaoke yang dikenal kalangan masyarakat Sidrap dengan nama Cayya-cayya.
Musik Cayya-cayya belakangan ini telah menggeser usaha elekton. Masyarakat cenderung menyewa alat musik ini, karena selain praktis tidak melibatkan banyak personel, biayanya juga sangat efisien sehingga peminatnya cukup banyak. Hanya dengan Rp300 ribu, pemilik hajatan sudah bisa karaokean sampai puas.
Biasanya tak hanya di daerah perkotaan, aktifitas musik cayya-cayya ini juga sudah masuk ke pelosok-pelosok desa. Hanya saja, alat musik ini disewa tidak dengan serta biduannya, melainkan tersendiri.
Sejumlah warga di Sidrap, mengaku untuk pesta hajatan warga rata-rata menyewa satu set alat musik Cayya-cayya. Jika menghendaki pesta, semisal pengantin atau acara aqiqah lebih semarak, pemilik hajatan menyewa sendiri satu hingga 3 orang biduan.
Hanya saja, biduan yang tampil kerap mempertontonkan auratnya secara vulgar.
Para wanita biduan ini tak canggung menari dengan  gaya erotis serta membuka pakaian dalam. Biasanya para biduan ini tak malu membuka pakaian dalam setelah tersentuh minuman alkohol.
Belum lagi, para penonton yang larut dalam alunan house music, mulai yang dewasa hingga anak-anak turut membaur dalam pesta tersebut. Penonton juga memancing para biduan dengan saweran bervariasi.
Musik Cayya-cayya awalnya merupakan hiburan alternatif bagi keluarga yang dapat dihadirkan setiap saat. Namun hal itu dimanfaatkan sekelompok pemuda untuk menyewa para biduan atau penyanyi kafe dengan harga bervariasi, antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.
Seperti yang terjadi di Kelurahan Kadidi, Kecamatan Panca Rijang, Rabu (16/9) malam. Sejumlah pemuda setempat mengakui, para biduan tersebut bersedia melayani tarian erotis dengan memasang tarif saweran. Tergantung keinginan penonton.
Untuk tarif pegang tubuh, penonton diharuskan membayar Rp5 ribu sekali pegang. Sedangkan untuk keinginan lainnya yang lebih hot, penonton diharuskan membayar Rp10 ribu dengan batas waktu tertentu.
”Yang lebih jorok lagi, biduan tersebut bersedia membuka pakaian dalamnya untuk disentuh bagian terlarangnya. Untuk ini, sang biduan memasang khusus harga antara Rp30 ribu hingga Rp 50 ribu,” aku La Makmur diamini Mustafa, warga Kelurahan Kadidi, kemarin.
Sayang, menjamurnya aksi seronok biduan itu belum mendapat tanggapan, baik pemerintah maupun aparat setempat.  Sejumlah LSM yang dimintai tanggapanya juga mengakui jika kasus candoleng-doleng mulai menjamur lagi di Kabupaten Sidrap. Namun belum pernah ditanggapi oleh pihak pemerintah ataupun aparat setempat.
“Memang sudah marak lagi itu striptis biduan  dengan Cayya-cayya. Ini yang harus ditindak pelakunya, kalau  tidak ditindak, sudah pasti aktifitasnya tak terkendali,” ungkpa Kordinator Eksekutif Jaringan Informasi Masyarakat Tranfaransi (Jimat) menanggapi maraknya kasus ini di Pangkajene, Kamis (17/9) kemarin.
Menurut, H, Aris, selama ini, pemerintah dibawah pimpinan H Rusdi Masse selaku Bupati Sidrap gencar menyosialisasikan pendekatan keagamaan bagi warga Sidrap termasuk kalangan PNS, namun itu dinodai dengan kasi porno tersebut.
“Tadinya masalah ini sudah pernah berhenti, tapi kenapa harus muncul kembali disaat- saat Bupati Sidrap sedang giat-gianya melakukan kegiatan keagamaan dalam bentuk Jemaah Da’wah Islamiah (JDI) yang tersebar diseluruh pelosok daerah ini. Untuk itu, kesadaran masyarakat dan ketegasan petugas sangat dibutuhkan dalam menghentikan kegiatan yang merusak moral ini, terutama aparat diharap bisa bertindak tegas,” pintanya. (ady/b)

Exit mobile version