MAKASSAR, BKM — Sekretaris Pelaksana (Sespel) Kopertis Wilayah IX Sulawesi Dr Hawignyo menyatakan Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran Makassar siap berubah status menjadi politeknik. Baik dari segi fasilitas, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia.
‘Tidak salah memang jika masyarakat memilih AMI Veteran untuk melanjutkan kuliah. Karena fasilitas, sarana dan prasarana kampus ini sangat memadai. Termasuk SDMnya,” kata Hawignyo usai memberikan materi pada Masa Dasar Pembinaan Mental (Madabintal) tahun akademik 2015-2016 di Aula Kampus AMI Veteran, Kamis (17/9).
Kopertis Wilayah IX, menurut Sespel, mendukung sepenuhnya keinginan pengelola kampus AMI Veteran untuk berubah status menjadi Politeknik Maritim AMI Makassar. Sebab perubahan tersebut juga akan semakin mengukuhkan dan memperkuat status lembaga pendidikan dan latihan (diklat) kemaritiman swasta terbesar di Indonesia Timur ini.
Sebagai bentuk dukungan tersebut, Kopertis telah menerbitkan rekomendasi untuk perubahan status menjadi politeknik. Bahkan tanggal 28 September mendatang, pihak Kopertis bersama pengelola AMI Veteran akan melakukan presentasi di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti). Setelah itu, AMI Veteran tinggal menunggu waktu untuk menjadi politeknik.
Hal itu juga dibenarkan Direktur AMI Veteran Amrin Rani. Ditemui di sela-sela mendampingi Sespel Kopertis meninjau fasilitas pendukung perkuliahan yang ada di kampus, Amrin menyatakan optimismenya Politeknik Maritim AMI Makassar bisa terealisasi dalam waktu dekat.
”Rekomendasi dari Kopertis sudah ada. Tanggal 28 September mendatang kita akan melakukan presentase di Kemenristek dan Dikti di Jakarta. Mudah-mudahan setelah itu, Politeknik Maritim AMI Makassar segera terealisasi,” ujar Amrin.
Sebelumnya, di depan 640 taruna dan taruni baru AMI Veteran yang mengikuti Madabintal, Amrin sempat bertanya kepada Sespel terkait status lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Oleh Hawignyo ditegaskan bahwa kehadirannya dalam acara ini menjadi bukti dukungan Kopertis terhadap AMI Veteran.
”Kehadiran saya disini merupakan jawaban dari pertanyaan Pak Direktur. Jadi tidak perlu panjang jawabannya,” kata Hawignyo yang disambut applaus para taruna dan taruni baru.
Penegasan itu kembali disampaikan Sespel ketika ditanya usai meninjau laboratorium serta tempat praktik lainnya di kampus ini. Menurutnya, AMI Veteran merupakan lembaga diklat maritim yang statusnya diakui oleh Kemenristek dan Dikti. Bahkan jika suah berubah menjad politeknik, kampus ini bisa membuka jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bukan hanya D3, tapi juga bisa sampai S2.
Ketua Panitia Madabintal Mashudi Gani menyebutkan, kegiatan ini diikuti 640 taruna dan taruni baru. Terdiri dari program studi teknika dan nautika masing-masing 240 orang. Selebihnya KPN. Madabintal akan berlangsung hingga 20 September mendatang, yang kemudian diikuti dengan pelaksanaan diklat bela negara. (rus)