Site icon Berita Kota Makassar

Sidak RPH, Syahrul Pastikan Stok Daging Aman

MAKASSAR, BKM — Jelang lebaran Idul Adha 1436 H, kebutuhan dan permintaan akan daging kurban akan meningkat drastis.
Untuk memastikan kebutuhan daging bagi masyarakat aman, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Antang, Kamis (17/9), melihat sejauh mana kesiapan memenuhi kebutuhan warga. Selain itu, Syahrul bersama rombongan juga meninjau salah satu lokasi penggemukan sapi yang menjadi salah satu penyuplai sapi di kawasan Makassar.
Usai melakukan peninjauan, Syahrul menegaskan, stok  daging sapi Sulsel aman untuk memenuhi kebutuhan lebaran Idul Adha.
Saat ini, kata orang nomor satu di Sulsel itu, stok daging sapi di provinsi ini sebanyak 40 ribu ekor. Sementara kebutuhan lokal sekitar 20 hingga 30 ribu ekor sapi. Artinya, ada surplus minimal 10 ribu ekor sapi.
“Jangan khawatir, stok daging sapi kita mampu memenuhi kebutuhan yang ada. Malah kota surplus paling sedikit 10 ribu ekor sapi,” kata Syahrul.
Dia meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan kelangkaan dan kenaikan harga daging khususnya di Pulau Jawa. Kontraksi yang terjadi jangan ditanggapi secara berlebihan karena tidak memberikan pengaruh buruk di Sulawesi Selatan.
Dia melanjutkan, selain harus memastikan stok daging sapi aman, pemerintah juga harus menjaga ketersediaan daging ayam, telur, serta sembilan bahan pokok lainnya agar tetap aman dan terdistribusi dengan baik sehingga harganya dalam kondisi yang wajar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (KP3) Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan menjelang Idul Adha setiap tahun, pihaknya mampu menyiapkan 7 hingga 10 ribu ekor sapi di Kota Makassar.
Saat ini, stok yang ada sekitar 6000 ekor. Angka itu dipastikan akan terus bertambah hingga menjelang lebaran Idul Adha pekan depan.
“Kami pastikan stok daging di Makassar aman dan terkendali,” jelasnya.
Terkait kondisi kesehatan hewan yang akan dijual untuk kebutuhan Idul Adha, Rahman menghimbau para petani segera menghubung dinas terkait memeriksa kesehatan ternaknya agar bisa diberi rekomendasi berupa sertifikat atau surat keterangan hewan layak kurban.
Rahman menambahkan, sapi-sapi yang ada di Makassar, berasal dari berbagai daerah di Sulsel. Namun ada juga pasokan dari Nusa Tenggara Timur. (rhm/cha/c)

Exit mobile version