Site icon Berita Kota Makassar

APMI Gowa Soroti Pelayanan Dukcapil

GOWA, BKM — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gowa, Jumat (11/9) siang pukul 14.00 Wita ‘diserbu’ mahasiswa yang tergabung dalam Aspirasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (APMI) Gowa.
Unjukrasa APMI terkait dengan pelayanan Finas Dukcapil yang diklaim sarat dengan pungutan liar (pungli).
Jenderal lapangan APMI Gowa, Muh Ainun Najid mengatakan, sorotan ini dialamatkan ke kantor pelayanan kependudukan ini disebabkan banyaknya kejanggalan dialami masyarakat termasuk mahasiswa yang datang mengurus kebutuhan terkait kependudukan.
APMI menuding pelayanan Dinas Dukcapil sudah keluar dari standar. Hal itu dilontarkan APMI di depan kantor Dinas Dukcapil. Sorotan adanya pungli di kantor tersebut, dilakukan APMI sambil membawa serta saksi yang menjadi korban pelayanan buruk dari sejumlah oknum staf Dinas Dukcapil Gowa. Selain pungli, kata Muh Ainun Najid, staf Dukcapil juga dituding enggan melayani warga yang datang setelah pukul 14.00 Wita. Padahal jam kerja hingga pukul 16.00 Wita.
“Rekan kami datang jam 13.30 Wita tapi tidak dilayani dengan alasan bermacam-macam. Alasannya pelayanan sudah ditutup. Padahal aturan kepegawaian tidak seperti itu,” ungkap Korlap APMI Gowa, Arman Jaya.
Disebutkan Arman Jaya, selama ini tidak ada transparansi biaya KTP, KK, dan akta kelahiran. ” Warga tidak dilayani jika tidak pakai jasa calo yang sebagian merupakan staf di Dinas Dukcapil sendiri. Sejumlah warga bahkan mengaku dipersulit jika tidak menambah biaya pengurusan. Jika ingin pelayanan cepat selesai, harus membayar biaya tambahan dalam jumlah tertentu,” beber Indra Gunawan, anggota APMI Gowa.
Ainun Najib menambahkan jam pelayanan Dinas Dukcapil yang tidak maksimal padahal banyak warga yang berasal dari dataran tinggi. “Mereka terpaksa mengeluarkan banyak biaya hanya untuk bolak-balik mengurus administrasi kependudukan,” kilah Ainun Najib.
Pejabat Penyedia Informasi Daerah (PPID) kantor Dinas Dukcapil Gowa, Helmi Husain Affandi, yang dikonfirmasi terkait sorotan mahasiswa ini mengatakan, unjuk rasa mahasiswa tersebut merupakan masukan yang baik. Ia pun merespon baik kritikan tersebut, sebab menurutnya akan menjadi landasan untuk meningkatkan pelayanan. Helmi juga tak memungkiri masih ada kelemahan pihaknya dalam pelayanan yang tidak sesuai harapan semua masyarakat.
“Ini menjadi masukan untuk menata pelayanan ke depan,” kata Helmi sembari mengatakan pihaknya tidak menyalahkan mahasiswa. (sar/C)

Exit mobile version